Bandung, Katasulsel.com — Perburuan terhadap buronan kasus penyekapan dan penganiayaan berat di Kabupaten Bandung semakin intens setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengumumkan sayembara senilai Rp250 juta bagi siapa pun yang dapat membantu mengungkap keberadaan pelaku berinisial Taufik Hidayat (30), yang kini resmi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pengumuman itu disampaikan di tengah sorotan publik yang terus menguat atas kasus kekerasan ekstrem terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang diduga disekap dan disiksa selama kurang lebih tiga tahun di wilayah Cileunyi.

Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dalam kondisi luka berat dan mengalami dampak permanen akibat dugaan kekerasan jangka panjang.

Kasus penyekapan tiga tahun yang mengguncang publik

Kasus ini mencuat setelah korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan sejumlah luka serius di tubuhnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami kerusakan berat pada bagian wajah, termasuk gangguan penglihatan permanen serta luka parah akibat dugaan kekerasan berulang.

Peristiwa ini memicu perhatian luas karena korban diduga disekap dalam waktu yang sangat lama tanpa akses keluar yang memadai, hingga akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

KDM: “Saya marah dengan pelaku seperti ini”

Dalam pernyataannya, KDM menyebut kasus ini sebagai tindakan kekerasan yang sangat berat dan tidak dapat ditoleransi. Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang hingga kini masih berstatus buron.

“Saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini bernama Taufik Hidayat yang sekarang jadi buronan,” ujar KDM.

Ia menyebut aparat Polda Jawa Barat saat ini masih melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku.

Sayembara Rp250 juta untuk percepat penangkapan

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penegakan hukum, KDM membuka sayembara sebesar Rp250 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi valid terkait keberadaan pelaku hingga berhasil diamankan aparat.

KDM menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk partisipasi publik dalam membantu aparat kepolisian mempercepat proses penangkapan.

“Siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkan kepada aparat atau menginformasikan keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta,” tegasnya.

Polisi intensif memburu pelaku

Polda Jawa Barat memastikan bahwa proses pengejaran masih terus berlangsung. Aparat telah mengerahkan tim untuk melacak pergerakan pelaku yang diduga berpindah lokasi guna menghindari penangkapan.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui informasi keberadaan pelaku melalui hotline 110.

Kondisi korban masih dalam perawatan intensif

Sementara itu, YTR masih menjalani perawatan medis intensif di RSHS Bandung. Korban mengalami luka berat yang berdampak pada kondisi fisik jangka panjang, termasuk kerusakan permanen pada penglihatan serta luka serius di beberapa bagian tubuh.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut telah menanggung penuh biaya pengobatan korban hingga tuntas sebagai bentuk penanganan darurat kemanusiaan.

Kasus yang menjadi sorotan nasional

Kasus ini kini menjadi perhatian luas karena tingkat kekerasan yang sangat ekstrem serta dugaan penyekapan jangka panjang yang tidak terdeteksi selama bertahun-tahun.

Sejumlah pihak, termasuk aparat, pemerintah daerah, hingga lembaga terkait, kini terlibat dalam penanganan kasus yang disebut sebagai salah satu kasus kekerasan paling serius yang terungkap di Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir.(*)