SURABAYA – Jangan terlalu cepat tidur malam ini. Karena pukul 21.30 WITA, lampu Stadion Gelora Bung Tomo akan menyala lebih terang dari biasanya.
Persebaya Surabaya menjamu PSM Makassar dalam lanjutan BRI Liga 1, Rabu (25/2/2026). Jadwalnya jelas. Tempatnya megah. Tensinya? Dipastikan tinggi.
Secara angka, Persebaya sedang lebih percaya diri. Sembilan kemenangan sudah mereka kantongi. PSM baru lima. Di atas kertas, Bajul Ijo unggul momentum.
Tapi sepak bola tak selalu tunduk pada statistik.
Ada faktor X malam ini: Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal itu pernah menjadi arsitek kejayaan PSM. Ia datang, langsung juara. Ia membangun fondasi. Ia membentuk karakter. Kini ia berdiri di sisi lain—membawa Persebaya menghadapi mantan timnya sendiri.
Reuni? Ya.
Sentimental? Mungkin sebelum peluit.
Setelah itu, tak ada ruang nostalgia.
Tavares tentu tahu DNA permainan PSM. Ia hafal ritme, karakter, bahkan mentalitas pemainnya. Sebaliknya, PSM juga paham bagaimana Tavares menyusun taktik—rapi, disiplin, dan tak jarang mengejutkan.
GBT akan penuh. Suara tribun bisa jadi penentu. Persebaya ingin mengokohkan posisi. PSM ingin membuktikan bahwa lima kemenangan bukan angka yang mencerminkan kualitas sesungguhnya.
Pertanyaannya sederhana:
Apakah tuan rumah akan mengamankan malamnya?
Atau justru PSM merusak pesta di Surabaya?
Bersambung…
Jawabannya tinggal menunggu 90 menit.
Dan di laga seperti ini, satu gol saja bisa terasa seperti headline besok pagi. (*)

Tinggalkan Balasan