Sidrap, katasulsel.com — Satu per satu tabir peristiwa yang menggemparkan BTN Flamboyan, Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap mulai tersibak.

Jika sebelumnya publik hanya disuguhi berbagai dugaan dan spekulasi, kini fakta-fakta awal hasil penyelidikan mulai terungkap.

Polisi membenarkan adanya peristiwa yang menyebabkan dua pria meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Kedua korban diketahui bukan warga Sidrap. Mereka merupakan pekerja asal Kota Makassar yang berdomisili di wilayah Biringkanaya.

Fakta tersebut disampaikan Ps. Kasi Humas Polres Sidrap, IPDA Andi kepada katasulsel.com, Rabu, 17 Juni 2026.

Namun, yang paling menarik perhatian adalah hasil keterangan sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan penyidik.

Berdasarkan penyelidikan awal, kedua korban diduga ikut dalam sebuah pesta minuman keras pada Senin, 15 Juni 2026.

Hari itu diduga menjadi awal dari rangkaian kejadian yang berujung maut.

Menurut keterangan saksi, sekitar enam orang berada di lokasi saat itu.

Minuman tersebut bukan minuman keras kemasan yang beredar di pasaran. Mereka diduga membuat racikan sendiri dengan mencampurkan alkohol antiseptic 70% dengan bahan lainnya.

Keterangan itu diperkuat dengan temuan polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara.

Di lokasi ditemukan sejumlah wadah yang diduga digunakan untuk meracik minuman tersebut. Polisi juga menemukan kemasan minuman energi Kratingdaeng juga yang diduga menjadi salah satu campuran dalam racikan tersebut.

Fakta baru ini sekaligus menjawab sebagian pertanyaan masyarakat yang selama beberapa hari terakhir berkembang di berbagai ruang publik.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari aktivitas mengonsumsi minuman racikan yang dibuat sendiri sebelum para korban mengalami kondisi kritis.

Namun, apakah racikan tersebut menjadi penyebab langsung kematian atau terdapat faktor lain yang turut memengaruhi, masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan medis.

Yang pasti, peristiwa yang bermula dari sebuah pesta minuman racikan pada Senin siang itu berakhir tragis.

Dua pekerja asal Makassar kehilangan nyawa.

Sementara sejumlah orang yang berada bersama mereka kini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang masih terus berjalan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa mengonsumsi minuman oplosan, terlebih yang mengandung alkohol berkadar tinggi, memiliki risiko yang sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa.(*)