Sidrap, katasulsel.com — Warga Sidrap patut waspada. Modus penipuan terus berkembang mengikuti celah kepercayaan masyarakat. Kali ini, pelaku diduga memanfaatkan impian orang tua yang ingin melihat anaknya menemukan jodoh.

Seorang petani di Kecamatan Pituriawa, menjadi korban setelah percaya pada seorang penelepon yang mengaku sebagai ibu dari seorang pria yang ingin melamar putrinya.

Akibatnya, korban mengalami kerugian materiil sekaligus menanggung rasa malu di hadapan keluarga dan tetangganya.

Kasus yang sempat menjadi perbincangan warga itu akhirnya berhasil diungkap Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sidrap. Seorang pria berinisial A (42) diamankan setelah diduga menjadi otak di balik aksi penipuan bermodus “cari menantu” tersebut.

Menurut Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick Krisyana Ambarita, peristiwa itu bermula ketika korban menerima telepon dari seseorang yang mengaku bernama Hj. Kasma. Dengan suara perempuan, penelepon tersebut memperkenalkan diri sebagai ibu dari seorang pemuda bernama Adi yang disebut ingin melamar anak perempuan korban.

Awalnya tidak ada yang mencurigakan.

Komunikasi berlangsung beberapa kali. Pembicaraan mengenai rencana pertemuan keluarga pun terus berlanjut hingga korban benar-benar percaya bahwa putrinya akan dipinang.

Di kampung, kabar seperti itu bukan perkara kecil.

Korban bahkan telah menyampaikan berita tersebut kepada keluarga besar dan sejumlah tetangga. Harapan menjadi besan mulai tumbuh. Persiapan penyambutan pun dilakukan.

Namun di balik cerita yang terdengar manis itu, tersimpan skenario penipuan yang telah disusun rapi.

Pada hari yang telah disepakati, pelaku kembali menghubungi korban. Ia mengaku sedang dalam perjalanan menuju rumah korban bersama keluarganya.

Tak lama kemudian, alasan darurat pun muncul.

Pelaku mengaku kendaraan yang ditumpanginya mengalami ban pecah di tengah jalan dan membutuhkan bantuan segera. Kepada korban, pelaku meminta dikirimkan pulsa senilai Rp750 ribu secara bertahap ke beberapa nomor telepon.

Karena merasa calon besannya sedang mengalami kesulitan dan tidak ingin mempermalukan tamu yang sedang menuju rumahnya, korban menuruti permintaan tersebut.

Pulsa terkirim.

Namun rombongan calon besan tak kunjung datang.

Nomor telepon yang sebelumnya aktif mendadak tidak bisa lagi dihubungi.

Saat itulah korban menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan.

Kerugiannya memang tidak mencapai puluhan juta rupiah. Tetapi bagi korban, ada kerugian lain yang lebih menyakitkan.

Ia terlanjur menyampaikan kabar lamaran itu kepada keluarga dan warga sekitar. Ketika rombongan yang ditunggu-tunggu tidak pernah muncul, korban harus menanggung rasa malu akibat harapan yang ternyata hanya permainan pelaku.

Laporan korban kemudian ditindaklanjuti Sat Reskrim Polres Sidrap.

Tim URC Resmob bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku di wilayah Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae.

Dari hasil pemeriksaan, pria tersebut mengakui telah berpura-pura menjadi perempuan dan menjalankan modus pencarian calon menantu untuk mendapatkan keuntungan dari korban.

Polisi juga mengamankan dua unit telepon genggam yang diduga digunakan dalam menjalankan aksinya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa para passobis—istilah Bugis yang kerap digunakan untuk menyebut penipu—terus mencari cara baru untuk memperdaya korbannya.

Jika dulu modus yang sering digunakan adalah keluarga kecelakaan, hadiah undian atau bantuan mendesak, kini urusan jodoh dan pernikahan pun dijadikan alat untuk meraih keuntungan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap permintaan pengiriman uang, pulsa, maupun bantuan lainnya dari orang yang belum pernah dikenal secara langsung.

Sebab di era sekarang, bahkan kabar tentang datangnya calon menantu pun bisa saja menjadi pintu masuk sebuah penipuan. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini