Soppeng, Katasulsel.com – Di tengah perubahan kehidupan masyarakat, sejumlah tradisi leluhur masih dipertahankan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Pattaungeng, ritual adat yang dilaksanakan masyarakat di Situs Tinco secara turun-temurun.

Pattaungeng bukan sekadar agenda budaya tahunan. Tradisi ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat hubungan sosial sekaligus mempertahankan warisan leluhur yang telah melekat dalam kehidupan komunitas setempat.

Penelitian Eka Yanti, Jumadi, dan Muh. Rasyid Ridha yang diterbitkan dalam Pattingalloang: Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan pada 2019 mengulas keberadaan tradisi Pattaungeng di Situs Tinco selama periode 2007–2017.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa Pattaungeng merupakan kegiatan tahunan yang telah dilaksanakan secara turun-temurun. Keberlangsungannya tidak terlepas dari kemauan masyarakat untuk menjaga tradisi serta adanya generasi penerus yang bersedia melanjutkannya.

Menariknya, keterlibatan pemerintah dalam pelaksanaan tradisi ini mulai tercatat sejak 2012. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya di Situs Tinco tidak hanya bertumpu pada masyarakat adat, tetapi juga mulai mendapat perhatian dari pemerintah.

Dalam kajian tersebut, keberadaan Pattaungeng dilihat melalui latar belakang tradisi, proses pelaksanaan, hingga cara masyarakat mempertahankannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah.

Keberlanjutan Pattaungeng memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dimulai melalui program besar. Kesediaan masyarakat untuk meneruskan kebiasaan leluhur menjadi salah satu faktor penting agar tradisi tetap hidup.

Di Situs Tinco, Pattaungeng menjadi bagian dari warisan budaya yang menghubungkan generasi terdahulu dengan masyarakat hari ini. Tradisi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana identitas lokal dipertahankan melalui praktik yang terus diwariskan.