Korwil BGN Pinrang, Nining Angreani, mengatakan keberhasilan panen perdana tersebut menjadi langkah awal menuju sistem pertanian terpadu berbasis kebutuhan MBG.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menciptakan siklus ekonomi baru di desa.
“Yang kami bangun bukan hanya kebun bawang merah, tetapi ekosistem pangan lokal untuk mendukung MBG,” katanya.
Saat ini, lahan yang awalnya hanya terdiri dari tujuh bedeng telah diperluas dengan penambahan 13 bedeng baru. Pengembangan komoditas lain seperti kangkung, buncis dan semangka juga mulai disiapkan.
Bagi Pinrang, langkah ini menjadi lebih dari sekadar proyek pertanian.
Di balik tunas bawang merah yang tumbuh di Desa Kaballangan, ada harapan tentang desa yang mulai berdiri di atas kekuatannya sendiri. Bahwa kebutuhan pangan tak selalu harus datang dari luar, ketika tanah sendiri masih mampu menumbuhkan kehidupan.(*)
