Enrekang, Pinrang, dan Parepare bukan hanya membawa nama kontingen. Mereka membawa hasil kerja panjang pembinaan atlet, pelatih, organisasi olahraga, serta dukungan pemerintah daerah.

Karena itu, hasil pertandingan seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan berapa medali yang diperoleh.

Pertanyaan yang lebih penting justru: bagaimana proses pembinaan atlet selama ini?

Apakah atlet sudah dipersiapkan jauh sebelum Porprov? Apakah kompetisi antarklub dan antarkecamatan berjalan secara berkelanjutan? Apakah pelatih mendapat dukungan memadai? Apakah atlet potensial mendapatkan fasilitas dan kesempatan bertanding?

Pertanyaan-pertanyaan itu layak menjadi bahan evaluasi.

Sebab, prestasi olahraga tidak bisa dibangun dengan sistem kebut semalam. Tidak cukup mengumpulkan atlet beberapa bulan sebelum Porprov, kemudian berharap mereka pulang membawa banyak medali.

Medali memang diperebutkan selama pertandingan. Tetapi kualitas atlet dibentuk jauh sebelum pertandingan dimulai.

Pinrang dan Parepare, Ada Gengsi Kawasan

Pinrang dan Parepare punya kedekatan geografis, sosial, dan aktivitas masyarakat yang kuat. Keduanya juga berada dalam kawasan yang memiliki dinamika olahraga tersendiri.

Karena itu, perkembangan prestasi atlet kedua daerah menarik untuk diikuti.

Bukan untuk saling menjatuhkan. Justru untuk melihat bagaimana masing-masing daerah mengembangkan potensi atletnya.

Pinrang punya kesempatan membuktikan bahwa pembinaan olahraga tidak hanya menghasilkan atlet yang mampu bersaing di tingkat kabupaten.

Parepare juga punya kepentingan yang sama. Kota ini tentu ingin menunjukkan bahwa keterbatasan wilayah bukan alasan untuk membatasi prestasi olahraga.

Sementara Enrekang memiliki tantangan tersendiri. Potensi atlet daerah harus ditemukan, dibina, dan diberi ruang kompetisi yang cukup.

Ketiganya tidak perlu sekadar mengejar popularitas kontingen lain. Yang dibutuhkan adalah prestasi yang tumbuh dari sistem pembinaan yang sehat.

Jangan Terjebak pada Klasemen Hari Pertama

Ada satu hal yang perlu digarisbawahi: klasemen 7 November bukan hasil akhir.

Porprov XVIII Sulsel baru saja dibuka. Kompetisi dijadwalkan berlangsung hingga 14 November 2026.

Artinya, masih ada banyak nomor pertandingan yang bisa mengubah peta persaingan.

Pangkep bisa saja mempertahankan puncak. Makassar bisa mengejar. Bone dan Wajo bisa memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah.

Enrekang, Pinrang, dan Parepare pun masih punya kesempatan memperbaiki posisi.