Sleman, Katasulsel.com ā Kekalahan telak dari PSS Sleman menjadi alarm bagi PSM Makassar. Juku Eja menyerah 0-3 di Stadion Maguwoharjo, Minggu (11/10/2026), dan kini harus segera berbenah sebelum rangkaian pertandingan berikutnya kembali menguji konsistensi mereka di Super League Indonesia 2026ā2027.
PSS membuka keunggulan melalui Hiromu Tanaka pada menit ke-34. Winger asal Jepang itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-85, sebelum Matheus Fornazari menutup pertandingan dengan gol pada menit ke-90+2.
Tiga gol tanpa balas itu menghadirkan cerita berbeda bagi kedua tim. PSS akhirnya meraih kemenangan perdana setelah melewati tiga kekalahan beruntun, sedangkan PSM masih berjuang mencari hasil positif pada awal musim.
Namun, perhatian terhadap PSM tidak hanya tertuju pada skor akhir. Cedera yang dialami kapten Rizky Eka Pratama juga menjadi salah satu hal yang menyita perhatian.
Rizky harus ditandu keluar lapangan pada menit ke-45+2 setelah mengalami benturan di bagian lutut dengan pemain PSS, Riko Simanjuntak. Insiden tersebut sempat memunculkan kekhawatiran, terutama karena terjadi ketika PSM sedang berusaha menjaga keseimbangan permainan.
Kabar berikutnya relatif melegakan. Berdasarkan laporan media yang mengutip keterangan pelatih Darije Kalezic, cedera Rizky diperkirakan tidak serius. Meski begitu, kepastian mengenai kapan sang kapten bisa kembali bermain tetap bergantung pada pemeriksaan dan perkembangan pemulihannya.
Bagi PSM, kehilangan pemain penting tentu dapat memengaruhi persiapan. Karena itu, tim perlu memastikan kondisi Rizky sekaligus menyiapkan alternatif apabila ia belum siap tampil pada pertandingan berikutnya.
Lima pertandingan yang menanti Juku Eja
Jadwal padat sudah menunggu PSM. Lima laga berikutnya akan menjadi kesempatan untuk memperbaiki posisi dan mengembalikan kepercayaan diri tim.
Jumat, 16 Oktober 2026 ā Pekan 5
PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar
Pukul 16.30 WITA, Stadion Sultan Agung, Bantul.
Kamis, 22 Oktober 2026 ā Pekan 6
PSM Makassar vs Persebaya Surabaya
Pukul 16.30 WITA, Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare.
Senin, 26 Oktober 2026 ā Pekan 7
Bhayangkara Presisi FC vs PSM Makassar
Pukul 20.00 WITA, Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung.
Sabtu, 31 Oktober 2026 ā Pekan 8
PSM Makassar vs Madura United
Pukul 16.30 WITA, Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare.
Sabtu, 7 November 2026 ā Pekan 9
Borneo FC Samarinda vs PSM Makassar
Pukul 16.30 WITA, Stadion Segiri, Samarinda.
Jadwal tersebut mengacu pada informasi yang tersedia dan dapat berubah sesuai keputusan penyelenggara kompetisi.
Bantul menjadi ujian pertama
Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta menjadi kesempatan terdekat bagi PSM untuk merespons kekalahan di Sleman. Laga tandang itu penting bukan hanya untuk mengejar poin, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa kekalahan 0-3 tidak membuat tim kehilangan arah.
Setelah menghadapi PSIM, PSM akan menjamu Persebaya di Parepare. Bermain di hadapan pendukung sendiri bisa menjadi keuntungan, tetapi tetap harus dibarengi permainan yang lebih disiplin dan efektif.
Dua laga kandang dalam lima pertandingan mendatang memberikan kesempatan bagi PSM untuk memaksimalkan dukungan publik Sulawesi Selatan. Di sisi lain, perjalanan ke markas Bhayangkara Presisi FC dan Borneo FC akan menuntut kesiapan fisik serta konsistensi pertahanan.
Ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi PSM. Lini belakang harus lebih cermat mengantisipasi serangan lawan, sementara sektor depan perlu meningkatkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Konsentrasi selama 90 menit juga menjadi pekerjaan penting setelah tim kebobolan hingga penghujung pertandingan melawan PSS.
Kondisi Rizky Eka menjadi bagian lain dari persiapan tersebut. Jika pulih tepat waktu, kehadirannya dapat menjadi tambahan kekuatan. Namun, tim tetap perlu mengutamakan kondisi medis pemain dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Bagi Pasukan Ramang, lima pertandingan mendatang bukan jaminan kebangkitan, melainkan kesempatan untuk membuktikannya. Setiap poin akan berarti dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen.
Kekalahan di Maguwoharjo telah menjadi kenyataan. Sekarang, tantangan PSM adalah memastikan hasil buruk itu tidak berlanjut menjadi kebiasaan.
Pendukung Juku Eja tentu menunggu jawaban di lapangan. Pertanyaannya, mampukah PSM mengubah kekecewaan di Sleman menjadi titik balik ketika bertandang ke Bantul? (*)
