Bandung, Katasulsel.com – Sebuah video klarifikasi dari pria bernama Aditya Peratama Putra (@aditya.peratama) menjadi perhatian publik setelah dirinya disebut memiliki kemiripan wajah dengan buronan kasus penganiayaan di Kabupaten Bandung, Taufik Hidayat.

Video tersebut menyebar cepat di media sosial dan memicu perbincangan luas, bukan hanya karena klarifikasinya, tetapi juga cerita yang ia sampaikan terkait situasi yang ikut viral di ruang publik.

Dalam video itu, Aditya memperkenalkan diri sekaligus memberikan klarifikasi langsung kepada publik.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Aditya Peratama Putra, asal domisili Soreang, Kabupaten Bandung. Di sini saya ingin membuat video klarifikasi bahwasannya saya bukan Taufik Hidayat.”

Ia menegaskan bahwa kemiripan wajah yang menjadi pemicu viralnya isu tersebut hanyalah kebetulan semata, bukan keterkaitan dengan kasus yang sedang ramai dibicarakan.

“Di sini, saya mau garis bawahi bahwa saya bukan Taufik Hidayat seperti di foto ini. Ya, memang rada mirip, saeutik, tapi itu bukan saya.”

Dalam penjelasannya, Aditya juga menyinggung pengalaman yang terjadi di ruang publik yang kemudian ikut menjadi bahan perbincangan.

“Jadi, kemarin ada bapak-bapak di Alphamart tiba-tiba ngejewang gini, ya. Kemana sih? Jadinya, pelaku penganiayaan.”

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan tuduhan yang beredar di media sosial.

“Saya menjangankan menganiaya wanita. Ada semut nempel di tangan saya, tiup. Bukan saya keplak.”

Ia bahkan menambahkan penjelasan dengan gaya santai untuk menegaskan bahwa dirinya bukan sosok seperti yang dituduhkan warganet.

“Ya, kadang kalau udang ngepret nyamuk, saya memikir anak-anaknya makan apa nanti. Jadi, saya bukan orang psikopat seperti ini.”

Video tersebut kemudian memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak warganet mengaku sempat terkecoh karena kemiripan wajah yang dianggap cukup kuat dengan sosok yang sedang viral di pemberitaan.

Sebagian komentar bernada ringan hingga humor muncul di kolom komentar, salah satunya menyebut:

“Giliran punya kembaran tapi malah dikira psikopat.”

Komentar lain juga menyoroti bagaimana cepatnya persepsi publik terbentuk hanya dari kemiripan visual di media sosial.

Meski bernada candaan, fenomena ini sekaligus menunjukkan bagaimana informasi di ruang digital dapat dengan cepat berkembang tanpa verifikasi yang utuh.(*)

Topik Populer: Headline Viral