Sidrap, Katasulsel.com — Ada yang datang membawa senjata. Ada pula yang datang membawa air.

Di tengah panas yang membuat warga Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, harus berjuang mendapatkan air bersih, kendaraan Kodim 1420/Sidrap datang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar bantuan.

Air.

Bagi sebagian orang, air mungkin hanya keran yang tinggal diputar.

Namun bagi warga Lorong 3, Dusun 1 Kulua, Desa Lainungan, air bersih belakangan menjadi sesuatu yang harus dicari, ditunggu, bahkan dihemat sedemikian rupa.

Selasa, 29 September 2026, suasana itu sedikit berubah.

Tentara datang.

Bukan untuk latihan. Bukan pula untuk upacara.

Mereka datang membawa air bersih untuk warga yang tengah mengalami keterbatasan pasokan.

Warga pun menyambutnya dengan rasa syukur.

“Terima kasih. Sampaikan terima kasih kami kepada Dandim, Puang Zulhakim Asdar,” demikian ungkapan terima kasih warga yang menerima bantuan tersebut.

Kalimatnya sederhana.

Tetapi dalam situasi ketika air menjadi kebutuhan yang sulit diperoleh, ucapan itu terasa jauh lebih dalam.

Melalui personel Kodim 1420/Sidrap, air bersih didistribusikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Babinsa Desa Lainungan, Serma Irwan, bersama Sertu Darwis selaku Ba Ter Kodim 1420/Sidrap dan Sertu Hasdi dari Koramil 04/Watang Pulu, turun langsung dalam kegiatan tersebut.

Aparat Desa Lainungan juga ikut mendampingi proses pendistribusian.

Tidak ada jarak antara tentara dan warga.

Air dibagikan. Warga menerima. Dan di antara keduanya ada sebuah pesan sederhana: negara tidak boleh jauh ketika rakyat sedang kesulitan.

Bagi Kodim 1420/Sidrap, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Namun bagi warga, maknanya bisa lebih sederhana sekaligus lebih besar.

Ketika sumur mulai sulit diandalkan dan kebutuhan air terus berjalan, bantuan beberapa tangki air bukan sekadar bantuan logistik.

Ia adalah sedikit ruang untuk bernapas.

Sedikit rasa lega.

Dan mungkin, bagi seorang ibu yang harus memikirkan air untuk memasak, mencuci, dan kebutuhan keluarga lainnya, kedatangan air itu adalah kabar baik yang sangat ditunggu.

Kodim 1420/Sidrap memastikan kondisi ketersediaan air bersih di Desa Lainungan dan wilayah sekitarnya akan terus dipantau.

Babinsa bersama aparat desa akan melihat perkembangan kebutuhan masyarakat dan menentukan langkah bantuan berikutnya apabila kondisi masih membutuhkan.

Sebab kekeringan tidak selesai hanya dengan satu kali distribusi.

Dan kebutuhan air tidak mengenal hari libur.

Hari itu, tentara datang membawa air.

Yang dibawa pulang warga bukan hanya air bersih.

Tetapi juga perasaan bahwa di tengah musim sulit, mereka tidak sendirian. (edybasri)
#Sidrap #Lainungan #WatangPulu #Kodim1420Sidrap #TNI #AirBersih #Kekeringan #Katasulsel #BeritaSidrap #SulawesiSelatan