Sidrap, katasulsel.com — Judul ini mungkin membuat sebagian orang mengernyitkan dahi. Ada yang penasaran, ada pula yang mungkin salah menebak. Namun setelah ditelusuri, inisial CT yang dimaksud ternyata bukan sesuatu yang aneh ataupun sensitif.

CT yang menjadi perbincangan di Kedai Ruby Pangkajene, Kabupaten Sidrap, adalah singkatan dari Coto, salah satu menu andalan yang cukup digemari pelanggan.

Keunikan cerita ini bukan hanya pada nama singkatnya yang mengundang rasa penasaran, melainkan juga pada “pasangan setianya”. Ya, Coto di Kedai Ruby disebut belum lengkap tanpa ditemani ketupat.

Bagi para penikmat kuliner khas Sulawesi Selatan, perpaduan coto dan ketupat memang bukan hal baru. Namun di Kedai Ruby, ada satu “aturan tidak tertulis” yang selalu dilakukan sebelum menikmati sajian tersebut.

Ketupat yang tersaji di atas meja harus dibelah lebih dulu sebelum dicampurkan atau disantap bersama kuah coto yang hangat dan kaya rempah.

Setelah ketupat dibelah, potongan-potongan nasi padat itu kemudian dicelupkan ke dalam kuah coto yang gurih. Di situlah sensasi rasa mulai terasa. Aroma rempah yang khas berpadu dengan tekstur ketupat yang lembut membuat banyak pelanggan ketagihan.

“Kalau cuma coto tanpa ketupat rasanya ada yang kurang. Justru nikmatnya muncul ketika ketupatnya sudah dipotong lalu dicampur ke kuah,” ujar salah seorang pelanggan yang ditemui di lokasi.

Tak heran jika menu CT alias Coto menjadi salah satu pilihan favorit pengunjung yang datang ke Kedai Ruby. Selain cita rasanya yang khas, penyajian sederhana namun menggugah selera membuat banyak pelanggan kembali datang.

Jadi, jika suatu saat Anda mendengar ada yang membicarakan CT di Kedai Ruby Sidrap, jangan buru-buru berprasangka. Sebab yang dimaksud bukan hal lain, melainkan semangkuk coto lezat yang baru terasa sempurna setelah “pasangannya” dibelah terlebih dahulu. (*)