Bandung, katasulsel.com — Ruang perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi saksi pemulihan perlahan YTR (29), perempuan yang selama tiga tahun diduga disekap dan dianiaya oleh kekasihnya sendiri berinisial TH (30).
Setelah melewati masa kritis dan trauma berat, korban kini mulai menunjukkan perkembangan. Ia sudah dapat merespons dan berkomunikasi, meski masih terbatas dan harus banyak beristirahat.
Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mengatakan kondisi korban saat ini lebih stabil dibandingkan sebelumnya, namun pemulihan masih panjang.
“Sudah mulai bisa komunikasi, walaupun tidak banyak. Kita minta dia lebih banyak istirahat dulu,” ujarnya.
Luka yang dialami korban bukan hanya meninggalkan bekas fisik, tetapi juga diduga kuat menyisakan trauma psikologis mendalam. Kerusakan pada wajah, bibir yang sobek, hingga gangguan penglihatan menjadi bagian dari dampak kekerasan yang berlangsung dalam waktu lama.
Pihak medis menyebutkan, secara teori kondisi tersebut masih dapat ditangani melalui operasi rekonstruksi wajah. Namun langkah itu tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Bisa ditangani dengan bedah plastik rekonstruktif, tapi bertahap. Harus melalui proses pemulihan dulu sebelum tindakan operasi,” jelas Siska.
Saat ini, tim pendamping dari pemerintah daerah bersama tenaga medis berupaya menjaga kondisi korban agar tetap stabil, termasuk membatasi interaksi agar tidak memperburuk kondisi psikologisnya.
Di balik ruang perawatan yang tenang itu, proses pemulihan YTR masih panjang. Ia tidak hanya berjuang menyembuhkan luka di tubuhnya, tetapi juga mencoba bangkit dari pengalaman kelam yang berlangsung bertahun-tahun—yang kini mulai perlahan terungkap ke publik dan menyita perhatian masyarakat Bandung dan sekitarnya.(*)
