Muh. Alief fikhri tongasa
SIDRAP, Katasulsel.com — Banyak keluarga mengeluhkan pendapatan yang terasa tidak pernah cukup. Gaji baru diterima, tetapi beberapa hari kemudian uang sudah menipis tanpa diketahui pasti digunakan untuk apa.
Fenomena itu menjadi perhatian mahasiswa KKN Inovasi Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap. Mereka menemukan bahwa persoalan keuangan keluarga tidak selalu disebabkan kecilnya penghasilan, melainkan sering kali karena lemahnya pengelolaan pengeluaran rumah tangga.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN menggelar program Peningkatan Literasi Keuangan bagi Ibu Rumah Tangga, Selasa, 4 Agustus 2026.
Program ini menyasar para ibu rumah tangga karena mereka dinilai memegang peran penting sebagai “manajer keuangan” keluarga. Dari tangan merekalah keputusan mengenai belanja harian, kebutuhan sekolah anak, kesehatan, hingga tabungan masa depan ditentukan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak melihat kembali kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele namun berpotensi menguras keuangan keluarga secara perlahan.
Mahasiswa KKN memperkenalkan konsep sederhana tentang membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Peserta diajak memahami bahwa tidak semua barang yang diinginkan harus segera dibeli, terutama jika kebutuhan utama keluarga masih harus dipenuhi.
Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencatat pemasukan dan pengeluaran rumah tangga.
Menurut pemateri, banyak keluarga sebenarnya memiliki cukup pendapatan, tetapi kesulitan mengontrol pengeluaran karena tidak memiliki catatan keuangan yang jelas.
“Dengan mencatat, kita bisa mengetahui uang keluar untuk apa saja. Dari situ bisa terlihat pengeluaran mana yang penting dan mana yang sebenarnya bisa dikurangi,” jelas salah seorang mahasiswa KKN saat kegiatan berlangsung.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah ibu rumah tangga mengaku selama ini mengatur keuangan berdasarkan perkiraan tanpa pencatatan khusus.
Salah seorang peserta mengatakan dirinya baru menyadari bahwa pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali ternyata memberi dampak besar terhadap kondisi keuangan keluarga.
“Dengan adanya kegiatan ini, kita jadi lebih tahu bagaimana mengatur uang untuk kebutuhan rumah tangga. Selama ini kadang kita tidak sadar uang habis untuk apa saja. Dengan mencatat pengeluaran, kita bisa lebih mengontrolnya,” ujarnya.
Menariknya, mahasiswa juga menekankan bahwa menabung tidak harus menunggu memiliki pendapatan besar. Menyisihkan uang dalam jumlah kecil secara rutin justru dinilai lebih efektif membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Di tengah meningkatnya biaya kebutuhan hidup, pendidikan, dan kesehatan, kemampuan mengelola keuangan keluarga kini menjadi keterampilan yang sama pentingnya dengan kemampuan mencari penghasilan.
Karena itu, program literasi keuangan ini tidak hanya berbicara soal angka dan pencatatan, tetapi juga tentang bagaimana keluarga dapat bertahan menghadapi tekanan ekonomi dengan cara yang lebih terencana.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unhas berharap para ibu rumah tangga di Desa Wette’e dapat menjadi pengelola keuangan keluarga yang lebih cermat, sehingga setiap rupiah yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kebutuhan keluarga dan masa depan anak-anak mereka.
(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
