Sidrap, katasulsel.com — Aktivitas di kawasan Daerah Irigasi (D.I) Saddang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), tampak bergerak cepat dalam beberapa hari terakhir. Di tengah kondisi saluran yang menjadi urat nadi pertanian warga, pekerjaan pemeliharaan berkala sekaligus penanganan darurat tanggul jebol terus dikebut oleh tim di lapangan.
Fokus pekerjaan berada pada Saluran Sekunder Sidenreng (B.R.41 – B.Si.1), yang menjadi salah satu jalur penting distribusi air ke area persawahan warga. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat peran irigasi sangat vital bagi keberlanjutan musim tanam di wilayah Sidrap.
Di beberapa titik, alat berat tampak bekerja merapikan dan memperkuat struktur saluran yang sebelumnya mengalami gangguan. Material tanah dan batu ditata ulang untuk memastikan aliran air kembali stabil dan tidak mengancam lahan pertanian di sekitarnya.
Penanganan darurat ini dilakukan menyusul adanya tanggul yang dilaporkan sempat jebol akibat tekanan aliran air dan kondisi cuaca. Situasi tersebut sempat mengganggu distribusi air ke sejumlah petak sawah warga, sehingga langkah cepat menjadi keharusan di lapangan.
Petugas di lokasi menyebut, pekerjaan tidak hanya bersifat pemulihan sementara, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat struktur saluran agar lebih tahan terhadap kondisi ekstrem ke depan. Upaya ini menjadi bagian dari pemeliharaan berkala yang memang rutin dilakukan pada jaringan irigasi D.I Saddang.
Di tengah pengerjaan, aktivitas petani di sekitar area juga masih terlihat berjalan terbatas, menunggu normalnya kembali aliran air ke lahan mereka.
Pekerjaan ini menjadi salah satu bentuk respon cepat dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi di Sidrap, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penopang utama sektor pertanian di Sulawesi Selatan.
Dengan perbaikan yang terus dikebut, diharapkan aliran air dapat segera kembali normal, sehingga aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu lebih lama. (*)
