PURWOKERTO, katasulsel.com — Ada perubahan halus yang mulai terasa di SPBU Purwokerto. Bukan soal kelangkaan, tapi soal cara warga menyiasati harga.
Saat Pertamax Turbo melonjak ke Rp19.400 per liter, sebagian pengguna tidak lagi bertahan. Tapi juga tidak langsung turun ke BBM subsidi. Pilihannya jatuh ke satu titik: Pertamax.
Di kota seperti Purwokerto, yang mobilitas warganya tinggi—kampus, kerja, hingga aktivitas harian—BBM bukan sekadar kebutuhan, tapi rutinitas yang harus dihitung.
“Sekarang saya pilih Pertamax saja. Masih nyaman dipakai, tapi tidak terlalu berat di kantong,” kata Dimas (23), warga Purwokerto.
Pilihan ini bukan tanpa alasan. Selisih harga yang jauh membuat banyak pengguna mulai berpikir ulang. Pertamax Turbo dianggap terlalu tinggi untuk penggunaan harian, apalagi bagi mahasiswa atau pekerja dengan mobilitas tinggi.
Yang terjadi bukan perpindahan drastis, tapi pergeseran perlahan.
Di sejumlah SPBU seperti Watumas dan Pabuwaran, antrean Pertamax mulai terlihat lebih padat dari biasanya. Bahkan di jam tertentu, antreannya mendekati jalur Pertalite.
Bukan karena stok berkurang, tapi karena pengguna bertambah.
Fenomena ini menunjukkan satu hal: warga Purwokerto cenderung mencari jalan tengah. Tidak terlalu mahal, tapi juga tidak turun kelas terlalu jauh.
Bagi sebagian orang, ini soal menjaga performa kendaraan. Tapi bagi yang lain, ini soal menjaga pengeluaran tetap stabil.
Dimas mengaku pengeluaran BBM-nya tetap di kisaran yang sama, hanya jenisnya yang berubah.
“Daripada nambah biaya tiap hari, mending ganti jenis BBM,” ujarnya.
Kondisi ini juga dipengaruhi kenaikan BBM nonsubsidi lain seperti Pertamina Dex dan Dexlite, yang membuat opsi makin terbatas, terutama bagi pengguna kendaraan diesel.
Yang menarik, perubahan ini terjadi tanpa gejolak. Tidak ada kepanikan. Tidak ada lonjakan tiba-tiba.
Semua berjalan “pelan tapi pasti”.
Jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin pola konsumsi BBM di Purwokerto akan berubah dalam jangka panjang.
Karena pada akhirnya, warga akan selalu mencari pilihan paling masuk akal.
Dan untuk sekarang, di Purwokerto, pilihan itu jatuh ke Pertamax. (*)
