Sidrap, Katasulsel.com — Stadion Ganggawa, Jumat (19/6/2026) sore, tidak hanya menyuguhkan pertandingan Sidrap Cup 2026. Laga ini berubah menjadi cerita tentang momentum yang bergeser cepat, dari kejutan awal hingga dominasi penuh di akhir laga.

Di bawah arahan wasit Junaid, duel Grup ini mempertemukan dua karakter tim yang kontras: Amanah RD99 FC dengan kostum hitam-hitam yang agresif, melawan Persipare FC yang tampil lebih terbuka di awal laga.

Persipare sempat membuat kejutan lebih dulu. Menit ke-13, Sadewa nomor 17 sukses memanfaatkan peluang dan membawa tim putih-hijau unggul 1-0. Stadion sempat terdiam sesaat.

Tapi keunggulan itu hanya sebentar jadi cerita utama.

Amanah RD99 perlahan mengambil alih permainan. Menit ke-33, Yasir Asis nomor 7 menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini mengubah arah pertandingan secara perlahan tapi pasti.

Memasuki babak kedua, intensitas meningkat tajam.

Persipare mencoba bertahan, namun tekanan terus datang dari berbagai sisi. Situasi makin sulit setelah salah satu pemain mereka harus meninggalkan lapangan akibat kartu merah di menit ke-57. Sejak itu, struktur permainan mulai goyah.

Di titik inilah Amanah RD99 benar-benar mengambil alih.

Kahar Kalu, penyerang bernomor 25, menjadi aktor utama dengan dua gol penting di menit awal dan menit ke-70. Dua momen itu seperti menutup ruang bagi Persipare untuk kembali bangkit.

Belum sempat pulih, Bento yang masuk dari bangku cadangan ikut menambah luka di menit ke-72. Skor berubah menjadi 4-1.

Dari sisi permainan, Amanah RD99 terlihat lebih matang dalam membaca momentum. Transisi cepat, organisasi serangan yang rapi, dan efektivitas di depan gawang menjadi pembeda utama.

Persipare sendiri mencoba bertahan lewat nama-nama seperti Ardiansyah, Tri Herwin S, hingga Alfian PB, namun kehilangan satu pemain di momen krusial membuat mereka kesulitan menjaga keseimbangan.

Di balik layar lapangan, pelatih Andi Deni kembali menegaskan bahwa kemenangan ini bukan akhir dari evaluasi, melainkan awal dari tekanan yang lebih besar di fase berikutnya.

Saat peluit panjang berbunyi, yang tersisa bukan hanya skor 4-1. Tapi juga kesan bahwa Amanah RD99 sedang membangun identitas: tim yang tidak hanya menang, tapi tahu kapan harus mengunci pertandingan.(*)