Penulis:
Andi Fatihul Ihsan Rabbani

SIDRAP – Banyak orang menganggap sakit gigi sebagai masalah kesehatan ringan. Padahal, bagi anak-anak usia sekolah, gangguan kesehatan gigi dan mulut dapat berdampak pada kualitas hidup, kemampuan belajar, hingga tumbuh kembang mereka.

Kesadaran itulah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menghadirkan program edukasi kesehatan gigi dan mulut di Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program tersebut dilaksanakan di UPT SDN 3 Batu dan UPT SDN 7 Batu pada 25, 28, dan 30 Juli 2026 dengan melibatkan siswa kelas I, II, dan III sebagai sasaran utama.

Berbeda dengan pendekatan penyuluhan yang sering berlangsung satu arah, kegiatan ini dirancang lebih interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui kombinasi permainan edukatif, diskusi ringan, poster bergambar, serta sesi tanya jawab, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini diinisiasi oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Andi Fatihul Ihsan Rabbani, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing KKN, Ryryn Suryaman Prana Putra, S.KM., M.Kes.

Menurut penyelenggara, kegiatan tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat setelah hasil observasi lapangan dan data dari Puskesmas Barruku menunjukkan tingginya angka kasus penyakit pulpa dan periapikal di wilayah Kecamatan Pitu Riase.

Penyakit pulpa dan periapikal merupakan gangguan pada jaringan saraf gigi serta jaringan di sekitar akar gigi yang umumnya dipicu oleh karies atau kerusakan gigi yang tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, infeksi, bahkan mengganggu aktivitas belajar anak.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PK Unhas menilai edukasi menjadi langkah preventif yang penting untuk dilakukan sejak dini.

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan pre-test guna mengetahui tingkat pemahaman awal siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut. Setelah itu, peserta mendapatkan materi edukasi yang dikemas secara sederhana dan menyenangkan agar sesuai dengan usia anak sekolah dasar.

Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menyikat gigi secara benar, mengenali makanan yang dapat merusak kesehatan gigi, serta memahami dampak buruk jika kebersihan mulut diabaikan.

Untuk memperkuat pemahaman, peserta juga menerima poster edukatif yang dapat digunakan sebagai media pengingat di sekolah maupun di rumah.

Pada akhir kegiatan, dilakukan post-test untuk mengukur efektivitas penyampaian materi sekaligus melihat peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi.

Penanggung jawab program, Andi Fatihul Ihsan Rabbani, menjelaskan bahwa pembentukan kebiasaan hidup sehat harus dimulai sejak usia dini karena perilaku yang ditanamkan pada masa anak-anak cenderung bertahan hingga dewasa.

Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berhubungan dengan penampilan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.

β€œAnak-anak perlu memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini agar mereka mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat serta mengurangi risiko penyakit gigi di kemudian hari,” ujarnya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa, khususnya tujuan ketiga yaitu mewujudkan desa yang sehat dan sejahtera.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Kepala sekolah dan para guru menilai edukasi kesehatan gigi menjadi kebutuhan penting mengingat masih banyak anak yang belum memahami cara menjaga kebersihan gigi dengan baik.

Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran kesehatan sejak usia sekolah semakin meningkat.

Bagi mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi dari perubahan perilaku yang muncul setelah kegiatan berakhir.

Sebab, upaya menekan angka penyakit gigi tidak selalu dimulai dari ruang perawatan atau klinik kesehatan. Kadang-kadang, perubahan besar justru lahir dari sebuah ruang kelas sederhana, ketika seorang anak mulai memahami bahwa menjaga kesehatan gigi adalah bagian penting dari menjaga masa depannya sendiri. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini