Naura Ayu Snaini
SIDRAP – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat tidak selalu dimulai dari fasilitas kesehatan besar atau program berskala nasional. Di tingkat desa, langkah-langkah sederhana berupa edukasi dan penyuluhan justru sering menjadi benteng pertama dalam mencegah munculnya berbagai penyakit.
Semangat itulah yang dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Gelombang 69 Universitas Hasanuddin saat melaksanakan program kerja individu yang dirangkaikan dengan kegiatan Posyandu Dusun I, Desa Padangloang Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (3/8/2026).
Mengangkat isu kesehatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, dua mahasiswa KKN menghadirkan program edukasi yang berfokus pada pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan hipertensi, dua masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Program pertama bertajuk GEMA 3M+ (Gerakan Masyarakat Cegah DBD dengan 3M Plus) yang digagas oleh Naura Ayu Snaini. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai bahaya DBD sekaligus langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dari lingkungan rumah tangga.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian DBD, proses penularan penyakit melalui nyamuk Aedes aegypti, faktor risiko, gejala yang perlu diwaspadai, hingga pentingnya penerapan Gerakan 3M Plus sebagai strategi pencegahan utama.
Melalui media poster dan diskusi interaktif, masyarakat diajak memahami bahwa pemberantasan sarang nyamuk masih menjadi cara paling efektif untuk menekan risiko penyebaran penyakit yang kerap meningkat saat musim hujan maupun perubahan cuaca ekstrem.
Selain DBD, perhatian juga diarahkan pada penyakit tidak menular yang sering disebut sebagai silent killer, yakni hipertensi.
Melalui program SEHATI (Sehat Tanpa Hipertensi), Nur Hijrah Syaharani mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan tekanan darah yang sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah peserta sebagai bagian dari skrining kesehatan. Setelah itu, masyarakat memperoleh edukasi mengenai faktor risiko hipertensi, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, komplikasi yang dapat ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam berlebih, rutin beraktivitas fisik, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kehadiran kedua program tersebut mendapat respons positif dari warga yang mengikuti kegiatan Posyandu. Antusiasme terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat dalam sesi diskusi, termasuk berbagai pertanyaan mengenai pencegahan penyakit dan upaya menjaga kesehatan keluarga.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan program kerja, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan penyakit harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
Pendekatan edukatif yang dilakukan di tingkat komunitas dinilai memiliki dampak yang besar karena informasi kesehatan dapat diteruskan secara berkelanjutan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi antara Posyandu dan mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin, warga Desa Padangloang Alau memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pencegahan DBD dan hipertensi, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami risiko penyakit, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah preventif secara mandiri. Sebab kesehatan yang baik bukan hanya ditentukan oleh layanan medis, melainkan juga oleh kebiasaan hidup sehat yang dibangun setiap hari dari rumah dan lingkungan sekitar. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
