Makassar, Katasulsel.com – Ada lagu yang cukup didengar beberapa nada untuk membuat orang mengingat Makassar. Anging Mammiri adalah salah satunya.
Lagu berbahasa Makassar ini telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan. Ia hadir dalam pertunjukan budaya, pembelajaran musik, hingga berbagai rekaman. Namun, Anging Mammiri tidak berhenti sebagai lagu daerah. Melodinya menyeberang ke luar Sulawesi Selatan dan membuat nama Makassar ikut terdengar.
Di balik melodi yang lembut, lagu ini menyimpan cerita tentang kerinduan. Angin menjadi tempat menitipkan pesan kepada seseorang yang berada jauh.
Berawal dari Kelong Makassar
Anging Mammiri dikenal sebagai karya Borra Daeng Ngirate, seniman dan pencipta lagu asal Makassar. Sejumlah sumber mencatat lagu tersebut bersumber dari Lontara’ Kelong, yakni teks sastra Makassar yang dilagukan, dan berkembang menjadi lagu yang dikenal masyarakat hingga sekarang.
Dalam kebudayaan Makassar, kelong bukan sekadar rangkaian kata. Ia menjadi bagian dari tradisi sastra lisan yang menyampaikan berbagai pengalaman manusia, termasuk nasihat, perasaan, dan kehidupan sehari-hari.
Anging Mammiri kemudian mengambil salah satu pengalaman yang paling dekat dengan manusia: rindu kepada seseorang yang jauh.
Ketika Angin Membawa Rindu
Secara harfiah, Anging Mammiri merujuk pada angin yang bertiup semilir. Namun, angin dalam lagu tersebut bukan sekadar bagian dari alam.
Ia menjadi perantara.
Seseorang menitipkan pesan kepada angin agar sampai kepada orang yang dirindukan. Karena itu, lagu ini tidak hanya berbicara tentang hubungan antarmanusia. Di dalamnya terdapat pengalaman tentang jarak, penantian, dan keinginan untuk kembali bertemu.
Tema tersebut membuat Anging Mammiri mudah dipahami bahkan ketika pendengarnya tidak berasal dari Makassar.
Kerinduan tidak membutuhkan satu bahasa untuk dapat dirasakan.
Dari Makassar, Menyeberang ke Luar Daerah
Perjalanan Anging Mammiri tidak berhenti di lingkungan masyarakat Makassar.
Lagu ini terus dinyanyikan dan direkam dalam berbagai bentuk. Sejumlah penyanyi turut memperkenalkannya kepada pendengar yang lebih luas. Catatan mengenai perkembangan musik daerah Makassar juga menunjukkan bagaimana lagu tersebut bertahan dalam berbagai pertunjukan dan rekaman.
Menariknya, jejak Anging Mammiri juga pernah ditemukan dalam rekaman yang melibatkan penyanyi dari luar Sulawesi Selatan. Catatan mengenai arsip musik Makassar menunjukkan keberadaan rekaman lagu tersebut dalam koleksi musik lama yang diproduksi Lokananta.
Perjalanan itu memperlihatkan satu hal: karya yang lahir dari ruang budaya lokal dapat bergerak jauh tanpa harus kehilangan identitas asalnya.
Lagu Lama di Zaman yang Berubah
Anging Mammiri juga menunjukkan bagaimana lagu daerah dapat bertahan melewati perubahan zaman.
Dulu, lagu daerah lebih banyak diwariskan melalui pertunjukan, keluarga, sekolah, dan rekaman fisik. Kini, lagu yang sama dapat ditemukan melalui berbagai platform digital.
Medianya berubah. Pendengarnya bertambah. Namun, identitas lagunya tetap melekat pada budaya Makassar.
Pemerintah dan lembaga pendidikan juga masih menempatkan lagu daerah sebagai bagian dari pengenalan kebudayaan Nusantara. Anging Mammiri termasuk salah satu lagu daerah Sulawesi Selatan yang terus diperkenalkan dalam konteks pembelajaran dan kegiatan seni.
Di situlah kekuatan sebuah lagu daerah. Ia tidak harus tinggal sebagai peninggalan masa lalu. Ia bisa masuk ke ruang baru dan bertemu dengan generasi yang berbeda.
Makassar yang Terdengar dari Sebuah Lagu
Anging Mammiri pada akhirnya bukan hanya tentang nada dan lirik.
Di dalamnya ada bahasa Makassar, tradisi kelong, sejarah kesenian, dan pengalaman tentang kerinduan. Karena itu, lagu ini menjadi bagian dari cara masyarakat mengenalkan identitas budaya Makassar kepada orang di luar daerah.
Sebuah kota memang dapat dikenali melalui banyak hal. Nama jalan, makanan, bangunan bersejarah, hingga tempat wisatanya.
Tetapi ada cara lain yang lebih sederhana.
Melalui lagu.
Anging Mammiri lahir dari kebudayaan Makassar, tetapi tidak berhenti di Makassar. Ia bergerak dari satu suara ke suara lain, dari satu generasi ke generasi berikutnya, bahkan menyeberangi batas daerah asalnya.
Dan mungkin itu alasan sebuah lagu bisa bertahan begitu lama.
Karena yang dibawanya bukan hanya musik, melainkan sesuatu yang pernah dirasakan hampir semua orang: rindu kepada seseorang yang jauh.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
