Makassar, Katasulsel.com – Punya waktu hanya satu hari di Makassar bukan berarti harus memilih antara wisata, sejarah, atau kuliner. Dengan rute yang tepat, beberapa sisi Kota Daeng bisa dinikmati dalam satu perjalanan tanpa harus berpindah terlalu jauh.

Makassar memang cocok untuk perjalanan singkat. Sejumlah tempat ikonik berada di kawasan pusat kota dan dapat dirangkai dalam satu rute. Pantai Losari, Fort Rotterdam, kawasan kuliner, hingga titik-titik pesisir bisa menjadi pilihan, tergantung waktu dan tujuan perjalanan.

Lalu, bagaimana menyusun perjalanan satu hari di Makassar agar tidak habis di jalan?

Pagi, Mulai dari Kuliner Khas Makassar

Perjalanan bisa dimulai sejak pagi dengan mencicipi makanan khas Makassar.

Coto Makassar menjadi salah satu pilihan yang paling mudah ditemukan. Hidangan berkuah dengan daging dan rempah ini biasanya disantap bersama ketupat.

Pilihan lain adalah konro atau pallubasa. Ketiganya memiliki karakter rasa yang kuat dan menjadi bagian dari identitas kuliner Makassar.

Untuk perjalanan singkat, sarapan dengan makanan lokal bukan sekadar mengisi perut. Ini juga menjadi cara paling sederhana mengenal kota melalui kebiasaan makan masyarakatnya.

Setelah sarapan, perjalanan dapat diarahkan ke kawasan bersejarah.

Menyusuri Sejarah di Fort Rotterdam

Sekitar pagi menjelang siang, Fort Rotterdam bisa menjadi tujuan berikutnya.

Benteng ini merupakan salah satu peninggalan penting yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Gowa-Tallo. Kompleksnya memperlihatkan pertemuan antara sejarah lokal dan masa kolonial yang kemudian membentuk wajah Makassar.

Waktu kunjungan sebaiknya tidak dibuat terlalu terburu-buru. Selain melihat bangunan benteng, pengunjung dapat menyempatkan diri membaca informasi sejarah dan menikmati suasana kompleks.

Jika ingin menghindari panas, waktu kunjungan juga bisa digeser ke sore. Indonesia Travel bahkan merekomendasikan rentang sore untuk menikmati Fort Rotterdam dengan cuaca yang lebih nyaman.

Siang, Jangan Terlalu Banyak Mengejar Tempat

Kesalahan yang sering terjadi dalam perjalanan sehari adalah memasukkan terlalu banyak tujuan.

Makassar memang memiliki banyak destinasi. Namun, jika semua ingin dikunjungi dalam satu hari, waktu justru lebih banyak habis di perjalanan.

Karena itu, setelah Fort Rotterdam, pilih satu aktivitas utama.

Bagi yang ingin melihat kehidupan maritim Makassar, Pelabuhan Paotere bisa menjadi pilihan. Kawasan ini dikenal dengan aktivitas pelayaran tradisional dan keberadaan kapal-kapal pinisi. Sejumlah paket wisata satu hari di Makassar juga memasukkan Paotere sebagai bagian dari rute sejarah dan budaya.

Jika tujuan utama adalah bersantai, perjalanan bisa langsung dilanjutkan ke kawasan pusat kota.

Sore, Saatnya ke Pantai Losari

Menjelang sore, arahkan perjalanan ke Pantai Losari.

Inilah salah satu titik yang paling mudah dikenali ketika orang menyebut Makassar. Kawasan pesisir tersebut dapat dikunjungi tanpa tiket masuk dan menjadi salah satu ruang publik utama kota.

Waktu sore memberikan alasan lain untuk datang. Matahari mulai turun, aktivitas warga meningkat, dan kawasan pesisir berubah menjadi ruang untuk berjalan, duduk, berfoto, atau sekadar menikmati angin laut.

Jangan buru-buru pulang.

Di sekitar Losari, wisatawan dapat mencoba pisang epe, salah satu kuliner yang lekat dengan kawasan tersebut. Pisang dibakar setelah dipipihkan, kemudian disajikan dengan pilihan saus atau topping.

Dari sini, perjalanan sehari di Makassar mulai terasa lengkap. Ada makanan, sejarah, kehidupan pesisir, dan suasana kota.

Malam, Tutup dengan Kuliner

Setelah matahari tenggelam, perjalanan bisa ditutup dengan makan malam.

Jika sejak pagi belum mencoba coto, konro, atau pallubasa, malam hari dapat menjadi kesempatan terakhir. Wisatawan juga bisa mencari kuliner lokal lain di kawasan pusat kota.

Tidak perlu memaksakan diri mendatangi banyak tempat. Satu hidangan yang dinikmati dengan tenang justru bisa menjadi penutup perjalanan yang lebih berkesan.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, rute satu hari juga dapat disesuaikan. Sejumlah paket wisata yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa rute Makassar dalam satu hari umumnya menggabungkan wisata sejarah, kuliner, dan kawasan pesisir.

Kalau Hanya Punya Satu Hari

Rute sederhana yang bisa dipertimbangkan adalah:

Pagi: sarapan kuliner khas Makassar
Menjelang siang: Fort Rotterdam
Siang: makan dan, jika berminat, lanjut ke Pelabuhan Paotere
Sore: Pantai Losari
Malam: kuliner dan kembali ke penginapan atau melanjutkan perjalanan

Rute tersebut bukan aturan baku. Kondisi lalu lintas, cuaca, jam operasional tempat wisata, serta lokasi penginapan tetap perlu diperhitungkan.

Jika ingin memasukkan wisata pulau seperti Samalona, waktu perjalanan perlu diatur lebih longgar. Samalona dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari dan snorkeling, tetapi aktivitas tersebut membutuhkan waktu lebih banyak dibandingkan wisata dalam kota.

Makassar dalam Satu Hari

Satu hari memang tidak cukup untuk mengenal seluruh Makassar. Namun, waktu yang terbatas bukan alasan untuk melewatkan karakter utama kota ini.

Pagi bisa dimulai dari makanan. Siang membawa perjalanan ke sejarah dan kehidupan maritim. Sore mempertemukan wisatawan dengan laut di Losari. Malam kembali pada satu hal yang sejak awal menjadi bagian penting dari Makassar, yaitu kulinernya.

Jika hanya punya satu hari, jangan berusaha menaklukkan seluruh Makassar. Pilih beberapa tempat yang saling terhubung, nikmati perjalanannya, dan biarkan kota ini memberi alasan untuk datang kembali.(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Makassar hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Makassar terbaru di sini