Nicholas Daniel Ratumbuisang Paoki
Sidrap, Katasulsel.com — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus dilakukan. Melalui program kerja bertajuk ANTISPASI (Ajakan Kenali dan Tanggapi ISPA dengan Sigap), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin menggelar edukasi kesehatan di Pustu Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Betao Riase, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang dipimpin Nicholas Daniel R. Paoki, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin itu diikuti 25 peserta yang terdiri atas kader kesehatan serta para ibu yang memiliki bayi dan balita. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai bahaya ISPA, faktor pemicu, hingga langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, tim KKN menekankan bahwa ISPA masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap menyerang kelompok rentan, terutama anak-anak. Karena itu, masyarakat perlu memahami berbagai faktor risiko seperti paparan asap rokok, polusi udara, lingkungan yang kurang sehat, hingga kebiasaan hidup yang tidak mendukung kesehatan pernapasan.
Edukasi berlangsung interaktif dengan pendekatan yang mudah dipahami peserta. Selain menjelaskan gejala dan faktor risiko, mahasiswa juga mengajak warga membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari asap rokok, serta menggunakan masker saat berada di area yang berdebu atau berisiko tinggi terhadap paparan polusi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan, tim KKN turut membagikan masker kepada seluruh peserta. Langkah sederhana tersebut diharapkan menjadi pengingat pentingnya perlindungan diri dan keluarga dari berbagai faktor yang dapat memicu gangguan saluran pernapasan.
Melalui program ANTISPASI, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin tidak hanya menghadirkan edukasi kesehatan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih sigap mengenali dan menangani ISPA. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga tercipta budaya hidup sehat yang berkelanjutan di Desa Betao Riase.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini
Berita Sidrap Terbaru
- Silaturahmi ke Kejari Sidrap, Kapolres Tegaskan Polisi-Jaksa Solid
- Resmob Polres Sidrap Ungkap Penipuan Berkedok Lamaran Pernikahan
- Passobis Sidrap Beraksi, Modus “Cari Menantu” Bikin Petani Merugi dan Malu
- Pastikan Kendaraan Siap Digunakan, Kapolres Cek Ranmor Dinas Polres Sidrap
- Kapolres Sidrap Tak Mau Ada Mobil Patroli yang Mogok, Pastikan ‘Mesin’ Pelayanan Selalu Bekerja
- Senyum Anak Pajalele Sidrap Jadi Taruhan Mahasiswa Unhas Lawan Gigi Berlubang
Topik: Informasi Sidenreng Rappang
