Sidrap, katasulsel.com β Di tengah ancaman kekeringan yang mulai menekan sentra pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), para petani kini menghadapi persoalan ganda. Bukan hanya air yang semakin sulit didapat, tetapi juga biaya pengairan sawah yang melonjak akibat mahalnya harga gas LPG yang digunakan untuk menggerakkan pompa air.
Kondisi itu dirasakan petani di Kecamatan Watang Sidenreng. Saat sumber air semakin dalam akibat musim kering, kebutuhan bahan bakar untuk menyedot air tanah meningkat drastis. Akibatnya, biaya produksi sawah ikut membengkak dan mengancam produktivitas tanaman padi.
Ketua Kelompok Tani Massappa 3, Wahidin, mengungkapkan bahwa petani kini harus mengeluarkan biaya lebih besar hanya untuk menjaga sawah tetap mendapatkan pasokan air.
βKalau normal, satu hektar sawah membutuhkan dua sampai tiga tabung gas. Saat kekeringan bisa sampai enam tabung per hektar karena air semakin jauh di bawah tanah,β ujarnya, Sabtu.
Persoalan semakin berat karena harga LPG subsidi yang seharusnya terjangkau justru disebut telah mencapai sekitar Rp50 ribu per tabung di tingkat petani.
Kenaikan kebutuhan gas tersebut menjadi beban tambahan bagi petani yang sedang berupaya mempertahankan tanaman hingga masa panen. Di sejumlah lahan, pompa air menjadi satu-satunya harapan untuk menyelamatkan padi dari ancaman gagal panen.
Situasi itu mendorong Astra Motor Sulawesi Selatan bersama FIFGroup menyalurkan bantuan sarana pertanian kepada Kelompok Tani Massappa 3 yang membawahi sekitar 30 anggota dengan luas lahan mencapai 25 hingga 30 hektar.
Bantuan yang diberikan berupa 10 tabung LPG ukuran tiga kilogram, 500 kilogram pupuk, serta 100 meter selang air yang akan digunakan untuk mendukung sistem pengairan sawah.
Region Head Astra Motor Sulawesi Selatan, Jeffry Mei Gamastra, mengatakan bantuan tersebut difokuskan untuk menjawab kebutuhan paling mendesak yang dihadapi petani di lapangan.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling rentan terdampak cuaca ekstrem sehingga membutuhkan dukungan agar produktivitas tetap terjaga.
βKami ingin kontribusi sosial yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Dukungan kepada sektor pertanian diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produktivitas dan kesejahteraan mereka,β kata Jeffry.
Ia menjelaskan program tersebut dijalankan melalui pilar AM Growth yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program itu menjadi bagian dari komitmen sosial perusahaan yang juga mencakup bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Bagi petani Massappa 3, bantuan tersebut dinilai sangat penting karena langsung menyasar kebutuhan utama saat musim kemarau berlangsung. Tabung gas digunakan untuk operasional pompa air, sementara pupuk dan selang mendukung pemeliharaan tanaman yang sedang tumbuh.
Di tengah kekhawatiran terhadap dampak musim kering yang lebih panjang, para petani berharap pasokan air tetap tersedia agar produksi padi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan tidak terganggu.
Jika harga bahan bakar pengairan terus meningkat sementara kekeringan berlanjut, beban yang ditanggung petani diperkirakan akan semakin berat menjelang musim panen mendatang.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
