Muh Syafei
SIDRAP — Ikan nila selama ini menjadi salah satu komoditas andalan warga Desa Betao, Kecamatan Pitu Riawa. Namun, sebagian besar hasil panen masih dijual dalam kondisi segar sehingga keuntungan yang diperoleh pembudidaya relatif terbatas. Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan program pemberdayaan yang menyasar peningkatan nilai ekonomi hasil budidaya ikan nila.
Bertempat di Kantor Desa Betao, mahasiswa KKN menggelar kegiatan edukasi dan pelatihan bertajuk Optimalisasi Kolam Tradisional dan Pengolahan Hasil Budidaya Ikan Nila. Program ini tidak hanya membahas cara meningkatkan produktivitas kolam, tetapi juga mengajarkan warga mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah berupa fillet ikan nila beku yang memiliki peluang pasar lebih luas.
Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan kolam tradisional yang lebih efisien, mulai dari menjaga kualitas air, pengaturan pakan, hingga strategi mempertahankan produktivitas budidaya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pengolahan ikan nila menjadi fillet beku yang siap dipasarkan.
Yang menarik, pelatihan tidak berhenti pada proses produksi. Mahasiswa KKN juga membekali warga dengan pengetahuan tentang desain label dan teknik pengemasan produk yang menarik. Langkah ini dinilai penting agar produk olahan ikan nila tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki identitas dan daya saing di pasar modern.
Kegiatan tersebut diikuti aparatur desa, kelompok pembudidaya ikan, pelaku UMKM, hingga ibu rumah tangga yang ingin mengembangkan usaha berbasis hasil perikanan. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik dan diskusi mengenai peluang usaha dari produk olahan ikan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas berharap sektor perikanan darat di Desa Betao tidak lagi hanya bergantung pada penjualan ikan segar. Dengan pengolahan yang tepat, komoditas nila lokal berpeluang menjadi produk unggulan desa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
