Makassar, katasulsel.com — Di balik keberhasilan Polda Sulawesi Selatan meraih penghargaan nasional, ada sosok yang kini jadi sorotan. Dia adalah Kombes Pol. Andri Ananta Yudhistira, S.I.K., M.H.,
Baru menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel pada 2026, Andri langsung menunjukkan taringnya.
Di ajang Rakernis Tipidkor Polri di Jakarta, ia berhasil membawa jajarannya meraih dua penghargaan sekaligus, yakni peringkat II nasional dalam pengembalian kerugian negara dan peringkat IV dalam penyelesaian perkara korupsi.
Penghargaan itu bahkan diserahkan langsung oleh Totok Suharyanto, dalam kegiatan yang dibuka oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Baca Selengkapnya : Klik Disini
Namun, perjalanan karier Andri bukan cerita instan.
Lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 1 April 1979, ia merupakan lulusan Akpol 2000. Kariernya ditempa dari bawah—pernah jadi Kapolsek, Kapolres, hingga menduduki berbagai posisi strategis di kepolisian.
Salah satu momen paling menguji dalam hidupnya terjadi pada 2023.
Saat itu, Andri menjadi salah satu korban selamat dalam kecelakaan helikopter Polri di hutan Jambi. Ia berada dalam rombongan bersama Kapolda Jambi saat itu, dan berhasil dievakuasi sehari setelah kejadian.
Dari situ, namanya mulai banyak dikenal—bukan hanya karena jabatan, tapi karena pengalaman hidup yang tidak semua orang bisa lewati.
Sebelum ke Sulsel, Andri juga sempat menjabat Dirreskrimum Polda Jambi hingga dipercaya di Mabes Polri. Kini, di bawah kepemimpinannya di bidang reserse khusus, fokusnya jelas: penanganan korupsi yang tidak hanya tegas, tapi juga berdampak.
“Penanganan perkara bukan cuma soal proses hukum, tapi juga bagaimana kerugian negara bisa kembali,” jadi garis kerja yang ia pegang.
Di balik gaya kepemimpinannya yang tegas, Andri dikenal sebagai figur yang mengandalkan kerja tim. Ia selalu menekankan bahwa capaian yang diraih bukan kerja individu, tapi hasil kolaborasi seluruh jajaran.
Kini, dengan jabatan barunya di Polda Sulsel, harapan besar pun ada di pundaknya—memperkuat penegakan hukum, sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Dari selamat dari maut di tengah hutan, hingga berdiri di panggung penghargaan nasional—perjalanan Kombes Andri jadi bukti, bahwa pengalaman keras bisa membentuk pemimpin yang tangguh.(*)
