Penulis:
Nashilah Dwi Maghfirah

Sidrap, katasulsel.com β€” Diabetes sering datang tanpa suara.

Tidak ada demam. Tidak ada batuk. Tidak ada rasa sakit yang langsung membuat seseorang pergi ke puskesmas.

Namun ketika gejalanya muncul, kondisi tubuh kadang sudah tidak sama lagi.

Fakta itulah yang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menghadirkan program SEDIA (Skrining, Edukasi, dan Deteksi Dini Diabetes Melitus) di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

Program ini lahir dari satu kesadaran sederhana: banyak orang baru memeriksa gula darah setelah sakit.

Padahal penyakit ini bisa berkembang bertahun-tahun tanpa disadari.

Melalui slogan β€œCek Hari Ini, Sehat Esok Hari”, mahasiswa memilih mendekatkan layanan kesehatan ke tengah masyarakat.

Bukan menunggu warga datang.

Tetapi justru mendatangi mereka lebih dulu.

Pemeriksaan gula darah gratis digelar dalam dua tahap, yakni 18 Juli dan 24 Juli 2026.

Model ini berbeda dari kegiatan kesehatan pada umumnya.

Jika biasanya pemeriksaan dilakukan sekali lalu selesai, program SEDIA justru mengajak warga melihat perubahan kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan berulang.

Di sinilah letak pesan utamanya.

Kesehatan bukan soal mengetahui hasil pemeriksaan hari ini.

Tetapi bagaimana seseorang terus memantau tubuhnya sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Mahasiswa KKN-PK Unhas menilai masih banyak masyarakat yang menganggap pemeriksaan kesehatan hanya diperlukan ketika tubuh mulai memberi sinyal masalah.

Cara pandang itu perlahan ingin diubah.

Karena diabetes merupakan salah satu penyakit yang sering terlambat diketahui.

Seseorang bisa tetap beraktivitas normal, bekerja, bertani, berdagang, bahkan merasa sehat, sementara kadar gula darahnya terus meningkat.

Program SEDIA menjadi upaya kecil untuk memutus kebiasaan tersebut.

Warga tidak hanya mendapatkan angka hasil pemeriksaan, tetapi juga pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan berkala.

Pendekatan ini mendapat respons positif dari masyarakat Lautang Benteng.

Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus mengeluarkan biaya.

Bagi Sidrap yang dikenal sebagai salah satu daerah agraris dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, isu penyakit tidak menular seperti diabetes mulai menjadi perhatian penting.

Perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup menjadi faktor yang ikut memengaruhi risiko penyakit tersebut.

Karena itu, langkah mahasiswa Unhas dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Bukan sekadar kegiatan KKN.

Tetapi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat sejak dini.

Hanya dengan satu tetes darah.

Hanya beberapa menit pemeriksaan.

Namun dari sana, seseorang bisa mengetahui sesuatu yang mungkin selama ini tersembunyi dalam tubuhnya.

Dan di situlah nilai terpenting program SEDIA.

Mengingatkan warga Sidrap bahwa menjaga kesehatan tidak harus dimulai dari rumah sakit.

Kadang cukup dimulai dari keberanian memeriksa diri sendiri sebelum penyakit datang lebih dulu.(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini