Jakarta, Katasulsel.com – Forum Betawi Rempug (FBR) Gardu 036 memperingati Milad ke-7 dengan menggelar silaturahmi akbar dan bakti sosial di Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (26/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas internal sekaligus menegaskan peran nyata organisasi dalam membantu masyarakat.

Acara diawali dengan santunan kepada puluhan anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan tujuh tahun Gardu 036. Nuansa religius turut mengiringi rangkaian kegiatan melalui doa bersama bagi para jamaah yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

“Kita doakan agar saudara-saudara kita yang berangkat haji diberikan kelancaran, kesehatan, dan menjadi haji yang mabrur. Semoga doa mereka di tanah suci juga membawa keberkahan bagi kita semua, termasuk bagi kelancaran tugas-tugas organisasi,” ujar perwakilan pimpinan Gardu 036 dalam sambutannya.

Mengusung semangat kolaborasi, peringatan Milad kali ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Imam Besar FBR KH Luthfi Hakim, Ketua Korwil Utara Hj. Yusriah Dzinnun, Ketua FBR Gardu 036 Muslim Al Jabir, serta unsur Koramil dan Kelurahan Rorotan. Kehadiran lintas elemen ini mempertegas posisi FBR sebagai organisasi berbasis komunitas yang aktif membangun sinergi dengan berbagai pihak.

Pembina FBR Gardu 036, Khaerudin, menekankan bahwa FBR tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga motor pemberdayaan masyarakat lokal. Salah satu wujud konkret yang telah dijalankan adalah penyediaan mobil operasional gratis untuk warga sakit, serta pengembangan padepokan seni “Naga Pamungkas FBR 36”.

“Kami ingin setiap gardu memiliki sanggar budaya. Di Rorotan ini, kami dorong generasi muda untuk belajar pencak silat dan seni Betawi agar tidak tergerus modernisasi,” tegasnya.

Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi menuju Milad FBR ke-25 atau Tahun Perak yang direncanakan digelar secara besar-besaran di Lapangan Banteng. Agenda tersebut diharapkan menjadi simbol eksistensi FBR dalam menjaga kondusivitas wilayah Jabodetabek.

Dalam arahannya, Imam Besar FBR KH Luthfi Hakim mengingatkan seluruh anggota agar tetap solid dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu sosial yang berkembang. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dengan terus berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Jangan mudah terbawa perasaan atau merasa tidak dihargai. Kita harus membuktikan diri melalui karya dan pengabdian. FBR harus tetap fokus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah antaranggota lintas gardu se-Jabodetabek. Momentum ini semakin menegaskan bahwa di usia ke-7, FBR Gardu 036 kian matang sebagai garda pelestari budaya Betawi sekaligus kekuatan sosial yang solid dan berdaya guna. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita