Sidrap, katasulsel.com – Suhu politik internal Partai Golkar Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda). Nama H. Ismail Aksa (IAS) semakin menjadi perhatian dalam bursa calon Ketua DPD II Golkar Sidrap setelah mendapat dukungan dari legislator Golkar, H. Idham Mase.
Dukungan tersebut menambah dinamika dalam proses penjajakan kekuatan menjelang suksesi kepemimpinan partai berlambang pohon beringin itu.
Idham Mase bukan kader sembarangan. Ia merupakan anggota DPRD Sidrap dari Fraksi Golkar yang telah menjalani tiga periode sebagai legislator. Pengalaman panjang di dunia politik dan organisasi menjadi bagian dari rekam jejaknya di Sidrap.
Di luar aktivitas politik, Idham juga dikenal sebagai pengusaha dan pemilik Reza Cafe.
Dukungan Idham kepada IAS menjadi salah satu sinyal perkembangan konfigurasi politik di internal Golkar Sidrap. Dalam kontestasi menuju kursi ketua, dukungan antarkader memiliki arti penting, terutama dalam membangun konsolidasi dan memperluas jejaring komunikasi menjelang Musda.

Sementara itu, pelaksanaan Musda Golkar Sidrap diperkirakan berlangsung pada akhir November atau awal Desember 2026.
Namun, jadwal pastinya masih menunggu penyesuaian agenda organisasi. Pelaksanaan Musda Sidrap disebut akan diselaraskan dengan sejumlah daerah tetangga yang juga dijadwalkan menggelar Musda, di antaranya Kota Parepare dan Kabupaten Enrekang.
Penyesuaian tersebut membuat kalender politik Golkar di kawasan Ajatappareng dan sekitarnya menjadi perhatian tersendiri.
Bagi para kandidat, waktu menjelang Musda menjadi fase krusial untuk melakukan konsolidasi, membangun komunikasi dengan pemilik suara, serta memastikan dukungan politik di tingkat internal partai.
Di sisi lain, dinamika pencalonan IAS juga berkaitan dengan persoalan surat diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Kubu IAS menyampaikan masih menunggu terbitnya surat diskresi tersebut dari DPP. Dokumen itu menjadi salah satu hal yang dinantikan dalam perkembangan langkah politik IAS menuju Musda Golkar Sidrap.
Persoalan diskresi ini menarik dicermati karena dalam kontestasi organisasi partai, aspek administratif dan mekanisme pencalonan menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari konsolidasi dukungan.
Dengan demikian, pertarungan menuju kursi Ketua Golkar Sidrap tidak hanya berbicara tentang siapa yang memiliki barisan pendukung, tetapi juga bagaimana setiap kandidat memenuhi ketentuan organisasi.
Dukungan Idham Mase kepada IAS menambah warna dalam peta persaingan internal Golkar Sidrap. Namun, konfigurasi akhir kekuatan politik diperkirakan baru akan semakin terbaca menjelang pelaksanaan Musda.
Masih ada ruang bagi konsolidasi, lobi politik, hingga kemungkinan munculnya dinamika baru di antara para kader.
Satu hal yang pasti, Musda Golkar Sidrap kali ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut akan menjadi momentum menentukan arah kepemimpinan, soliditas organisasi, sekaligus strategi politik Golkar menghadapi agenda politik mendatang.
Menjelang akhir November hingga awal Desember, dinamika di tubuh Golkar Sidrap dipastikan menjadi salah satu isu politik lokal yang menarik untuk terus diikuti.(*)



