Enrekang, Katasulsel.com – Kursi Ketua DPD II Partai Golkar Enrekang belum akan ditentukan dalam waktu dekat. Musyawarah Daerah (Musda) yang sedianya digelar Selasa (3/11/2026) resmi ditunda setelah sejumlah persyaratan teknis penyelenggaraan dinilai belum terpenuhi.
Penundaan itu diumumkan langsung Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Rahman Pina, di Gedung Golkar Kabupaten Enrekang.
Keputusan tersebut membuat agenda penting pergantian kepemimpinan Golkar Enrekang harus menunggu kepastian jadwal baru.
Rahman Pina menjelaskan, penundaan bukan tanpa alasan. Masih terdapat sejumlah ketentuan dalam petunjuk teknis (juknis) partai yang harus dipenuhi pengurus sebelum Musda dapat dilaksanakan.
Menurutnya, mekanisme organisasi harus dijalankan sesuai aturan agar seluruh tahapan Musda memiliki dasar yang jelas.
“Kami harus memastikan semua persyaratan juknis terpenuhi agar pelaksanaan Musda berjalan sesuai dengan aturan dan mekanisme partai,” jelas Rahman.
Selain pemenuhan persyaratan teknis, pelaksanaan Musda juga masih menunggu diskresi atau keputusan dari pimpinan tertinggi partai, yakni Ketua Umum maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Dengan demikian, forum yang semula dijadwalkan berlangsung hari itu belum dapat dilanjutkan.
Di balik penundaan tersebut, persaingan menuju kursi Ketua Golkar Enrekang mulai memperlihatkan dua nama.
Ketua Panitia Musda, Ismail Djafar, menyebut Saleh Rahim dan Chairul Latanro telah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon ketua.
Keduanya selanjutnya akan mengikuti proses seleksi sesuai mekanisme dan ketentuan internal Partai Golkar.
Ismail mengatakan Musda direncanakan kembali digelar pada akhir November 2026. Panitia akan mempersiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan agar agenda tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan.
Bahkan, panitia tidak menutup kemungkinan membuka kembali pendaftaran calon ketua.
“Kami juga tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan pendaftaran ulang bagi calon ketua partai, agar prosesnya lebih transparan dan terorganisir,” ungkap Ismail.
Penundaan ini membuat dinamika internal Golkar Enrekang belum mencapai babak penentuan. Dua kandidat yang telah mengembalikan formulir masih harus menunggu kepastian tahapan berikutnya.


