Tipue Sultan EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 443 Lihat semua

Teheran, Katasulsel.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan kesiapannya menghadapi konfrontasi militer skala besar melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, bahkan jika konflik berlangsung dalam jangka panjang hingga enam bulan. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat setelah serangkaian serangan rudal Iran dan ancaman dari pihak AS-Israel.

Juru Bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menegaskan bahwa pasukan Iran masih memiliki “nafas panjang” untuk berperang secara intensif setidaknya selama enam bulan ke depan. Menurut Naini, serangan rudal yang diluncurkan sejauh ini baru menggunakan rudal generasi pertama dan kedua, dan Teheran masih menyimpan stok rudal jarak jauh yang jauh lebih canggih dan mematikan. “Kami siap mempertahankan kedaulatan negara dan akan menggunakan kemampuan yang kami miliki sepenuhnya,” ujarnya kepada media lokal Iran.

Langkah Iran ini muncul di tengah dugaan tekanan militer dan diplomatik dari AS dan Israel yang bertujuan melemahkan posisi strategis Teheran. Naini menekankan bahwa kesiapan tempur Iran bukan sekadar retorika, melainkan bagian dari strategi pertahanan jangka panjang untuk memastikan keamanan nasional tetap terjaga.

Di sisi lain, Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, menuding AS berusaha meniru “skenario Venezuela”, di mana Washington menggulingkan rezim yang tidak sejalan dengan kepentingannya. Larijani menekankan bahwa tujuan AS dan Israel bukan hanya mengganti pemerintahan di Iran, tetapi menghancurkan dan mendisintegrasikan negara secara keseluruhan. “Pengalaman di Irak dan Afghanistan menunjukkan bahwa intervensi mereka lebih demi kepentingan Washington daripada rakyat setempat. Iran bukan target kecil; Iran adalah sebuah negara besar, dan itu yang menjadi ancaman bagi mereka,” kata Larijani.

Larijani juga memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak memberi akses pangkalan kepada AS untuk melancarkan operasi terhadap Iran. Ia menekankan bahwa jika pangkalan regional digunakan untuk melawan Teheran, Iran berhak membalas secara sah. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran menempatkan pertahanan wilayah sebagai prioritas dan menegaskan sikap tegas terhadap siapa pun yang mencoba mengeksploitasi posisi strategis kawasan untuk menyerang Iran.

Sementara itu,

serangan rudal Iran yang telah dilakukan sebelumnya merupakan respons atas serangan dan tekanan militer dari AS-Israel. Meskipun rudal yang digunakan baru generasi awal, Iran mengklaim memiliki persenjataan canggih lain yang siap diluncurkan. Hal ini memberi sinyal bahwa Teheran tidak akan mudah mundur dan tetap mempertahankan opsi militer sebagai bagian dari strategi nasionalnya.

Bersambung…

Konflik ini juga membawa konsekuensi serius bagi keamanan energi dan ekonomi global. Jalur transit minyak strategis seperti Selat Hormuz berada di bawah tekanan karena ketegangan militer, sehingga harga minyak dunia mengalami fluktuasi tajam. Ketegangan ini memaksa beberapa negara untuk mengevakuasi warga mereka dari kawasan yang dianggap rawan konflik.

Pernyataan Iran disampaikan sebagai pesan jelas bahwa meskipun tekanan dari AS dan Israel terus meningkat, negara itu siap menjaga kedaulatan dan keamanan rakyatnya. IRGC menegaskan bahwa setiap operasi militer akan dilakukan dengan disiplin, sesuai prosedur, dan tetap memperhatikan strategi jangka panjang untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan pertahanan.

Para analis internasional menilai, klaim Iran ini merupakan kombinasi antara retorika politik dan strategi nyata. Dengan mengumumkan kesiapan perang selama enam bulan, Iran tidak hanya menakut-nakuti lawan, tetapi juga menunjukkan kemampuan logistik, persenjataan, dan kesiapan angkatan bersenjatanya untuk mempertahankan wilayahnya.

Pernyataan pejabat tinggi Iran ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh pihak yang berencana melakukan tekanan militer terhadap Iran. Meski demikian, dunia internasional tetap mengawasi situasi dengan cermat, karena eskalasi konflik dapat memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah serta perekonomian global.

Intinya, Iran menegaskan kesiapannya untuk bertahan dalam perang jangka panjang, menyimpan persenjataan canggih, dan siap menanggapi setiap ancaman dari AS dan Israel. Dengan strategi yang matang dan peringatan tegas kepada negara-negara tetangga, Teheran menunjukkan bahwa negara ini tidak akan menyerah, meskipun konfrontasi berlangsung berbulan-bulan. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.