Pihak Pertamina Patra Niaga menegaskan akan mendalami kasus ini lebih jauh. Jika ditemukan adanya pelanggaran, baik dari sisi kendaraan maupun pengelola SPBU, sanksi tegas dipastikan akan diberikan sesuai aturan yang berlaku.
Di sisi lain, Area Manager Communication Pertamina wilayah Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa laporan dari masyarakat sangat penting dalam pengawasan distribusi BBM subsidi.
Ia mengapresiasi warga yang aktif melaporkan kejadian di lapangan.
Kasus ini kembali membuka fakta lama: distribusi BBM subsidi masih menyimpan banyak celah.
Di satu sisi, pemerintah berupaya menjaga agar subsidi tepat sasaran. Tapi di sisi lain, dugaan penyalahgunaan masih terus muncul dengan berbagai modus.
Bagi masyarakat kecil, persoalan ini bukan sekadar angka atau selisih transaksi. Ini soal akses terhadap energi yang seharusnya mereka dapatkan dengan adil.
Ketika ada pihak yang diduga bermain, dampaknya langsung terasa di antrean panjang dan kelangkaan di lapangan.
Kini, publik menunggu hasil investigasi lanjutan. Apakah ini hanya kesalahpahaman akibat video viral, atau justru pintu masuk untuk membongkar praktik yang lebih besar.
Yang jelas, kepercayaan masyarakat terhadap distribusi BBM subsidi sangat bergantung pada seberapa transparan dan tegas penanganan kasus seperti ini. (*)
