Sidrap, katasulsel.com β€” Proyek rabat beton di Jalan Pabbareseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menuai sorotan setelah muncul kerusakan yang dinilai tidak wajar meski usia pembangunan masih terbilang baru.

Keluhan warga mencuat melalui video yang beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah bagian jalan mengalami retakan memanjang dan retakan menyebar di beberapa titik. Tidak hanya itu, lapisan permukaan beton juga tampak mulai terkelupas sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan proyek tersebut.

Yang menjadi perhatian, kondisi kerusakan itu muncul saat jalan disebut baru berusia sekitar satu hingga dua bulan sejak pengerjaan selesai.

“Kalau baru selesai lalu sudah retak dan permukaannya mengelupas, tentu masyarakat bertanya-tanya apakah pekerjaan sudah sesuai standar atau belum,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.

Retakan dan pengelupasan lapisan atas beton dinilai dapat mempercepat kerusakan konstruksi jika tidak segera ditangani. Warga khawatir saat musim hujan tiba, air akan masuk melalui celah-celah retakan dan memperparah kondisi jalan.

Persoalan ini kemudian memicu desakan agar dilakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Masyarakat meminta instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk mengecek mutu beton, ketebalan konstruksi, proses pengecoran, hingga metode perawatan beton setelah pekerjaan selesai.

Sejumlah warga juga meminta agar hasil pemeriksaan dibuka kepada publik guna menghindari spekulasi dan menjaga transparansi penggunaan anggaran pembangunan.

Menurut warga, pembangunan infrastruktur desa seharusnya memberikan manfaat jangka panjang, bukan justru memunculkan persoalan baru beberapa minggu setelah selesai dikerjakan.

Keluhan yang berkembang tidak hanya menyangkut keretakan, tetapi juga kondisi lapisan atas beton yang terkelupas dan menghasilkan butiran material di permukaan jalan. Kondisi tersebut dianggap dapat menjadi indikator awal adanya penurunan kualitas konstruksi.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Mattirotasi, Bahar Idris, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah dikirimkan melalui WhatsApp terkait keluhan warga mengenai proyek rabat beton Jalan Pabbareseng.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab kepada pemerintah desa, pelaksana pekerjaan, serta instansi teknis terkait untuk memberikan penjelasan mengenai sumber anggaran, spesifikasi proyek, hasil pengawasan, dan kondisi jalan yang saat ini menjadi sorotan masyarakat.

Jika hasil pemeriksaan nantinya membuktikan kerusakan terjadi akibat faktor teknis atau pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, warga berharap dilakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin meluas dan membebani anggaran perawatan di kemudian hari. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini