ENREKANG, Katasulsel.com — Pemandangan tak biasa terlihat setiap Jumat pagi di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang. Sebelum meja kerja dipenuhi berkas dan pelayanan publik dimulai, para pegawai lebih dulu berkumpul di halaman kantor dengan membawa sapu, cangkul, gunting rumput, hingga alat kebersihan lainnya.
Tak ada sekat jabatan. Pejabat, staf, hingga tenaga pendukung berbaur dalam satu kegiatan yang sama: membersihkan lingkungan kantor.
Rutinitas yang dikenal sebagai Jumat Bersih itu kini menjadi budaya kerja baru di lingkungan Dinas Pendidikan Enrekang. Program tersebut dijalankan sebagai tindak lanjut arahan Bupati dan Wakil Bupati Enrekang untuk menumbuhkan kedisiplinan, kepedulian lingkungan, dan semangat kebersamaan di setiap instansi pemerintah.
Kepala Dinas Pendidikan Enrekang, Erik, S.IP., M.M., terlihat ikut terjun langsung bersama pegawai lainnya. Menurutnya, kebersihan kantor bukan sekadar urusan estetika, melainkan bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan rasa tanggung jawab bersama. Kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pegawai,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Di sela-sela kegiatan, sejumlah pegawai tampak bergotong royong memangkas rumput, merapikan taman, membersihkan saluran air, hingga menata kembali area sekitar kantor yang mulai ditumbuhi semak.
Suasana kerja bakti yang berlangsung santai justru menghadirkan ruang interaksi yang jarang ditemukan dalam rutinitas perkantoran sehari-hari. Canda dan obrolan ringan mewarnai kegiatan tersebut, menciptakan suasana yang akrab di antara sesama pegawai.
Erik menilai, manfaat kegiatan itu jauh lebih besar daripada sekadar menghasilkan lingkungan kantor yang bersih dan asri. Menurutnya, kerja bakti rutin mampu memperkuat solidaritas serta membangun kekompakan tim dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Lingkungan yang bersih akan menghadirkan kenyamanan dalam bekerja. Ketika pegawai merasa nyaman, semangat kerja dan kualitas pelayanan juga akan meningkat,” katanya.
Program Jumat Bersih yang kini berjalan secara konsisten di Dinas Pendidikan Enrekang menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana budaya gotong royong tetap hidup di tengah lingkungan birokrasi modern.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dipelihara, Dinas Pendidikan Enrekang berharap kebiasaan positif tersebut tidak hanya menjaga wajah kantor tetap bersih dan rapi, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya budaya kerja yang disiplin, solid, dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik.(fungfi)
