Parepare, Katasulsel.com — Pengungkapan 41 kilogram sabu-sabu oleh Polres Parepare ternyata nyaris menyisakan lubang besar dalam penyidikan. Dua orang tersangka yang diduga terkait jaringan penyelundupan narkotika internasional hampir saja lepas dari kejaran aparat setelah bersiap menyeberang ke Malaysia melalui wilayah perbatasan Sebatik, Kalimantan Utara. Beruntung anggota Satnarkoba Polres Parepare sigap.

Fakta itu diungkap langsung Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda saat ditemui Katasulsel.com di ruang kerjanya, Senin (22/6/2026).

Menurut Indra, keberhasilan mengungkap jaringan ini berawal dari penangkapan satu orang tersangka yang membawa petunjuk penting bagi penyidik. Namun, kasus tersebut tidak berhenti pada satu nama.

Tim Satresnarkoba Polres Parepare kemudian bergerak melakukan pengembangan secara intensif hingga berhasil mengidentifikasi pelaku lain yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Awalnya hanya satu orang yang diamankan. Dari situ anggota terus bergerak melakukan pengembangan hingga akhirnya empat tersangka lainnya berhasil ditangkap,” kata Indra.

Perburuan paling menegangkan terjadi di Kepulauan Sebatik, kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Polisi mendapat informasi bahwa salah satu target sedang bersiap meninggalkan Indonesia.

Jika terlambat sedikit saja, proses pengungkapan jaringan ini berpotensi menjadi jauh lebih rumit.

“Yang di Sebatik ini sedikit lagi akan menyeberang ke Malaysia. Beruntung anggota sigap sehingga berhasil diamankan sebelum keluar dari wilayah Indonesia,” ujar Indra.

Penangkapan tersebut menjadi titik penting dalam pengembangan kasus. Sebab, tersangka diyakini mengetahui rantai distribusi dan jalur masuk narkotika yang diduga berasal dari Malaysia sebelum masuk ke Sulawesi Selatan.

Selain di Sebatik, polisi juga mengamankan tersangka lainnya di Kota Makassar. Dalam hitungan hari, jumlah tersangka yang semula hanya satu orang bertambah menjadi lima orang.

Seluruh tersangka kini telah diamankan di Mapolres Parepare untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

AKBP Indra menegaskan bahwa pengungkapan ini menunjukkan jaringan yang bekerja tidak bersifat lokal, melainkan memiliki pola pergerakan lintas daerah hingga perbatasan negara.

“Kelimanya sudah berada di Polres Parepare. Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap pihak lain yang terlibat,” tegasnya.

Kasus ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perburuan narkotika tidak selalu berakhir di lokasi penangkapan pertama. Dari Parepare, jejak penyidik membawa mereka hingga ke Makassar dan perbatasan Indonesia-Malaysia, sebelum akhirnya seluruh tersangka berhasil diamankan.

Dan bagi Polres Parepare, tertangkapnya tersangka di Sebatik mungkin menjadi salah satu momen paling krusial dalam operasi ini. Sebab jika pria tersebut berhasil menyeberang ke Malaysia, penyidik bisa menghadapi tantangan yang jauh lebih besar untuk membongkar jaringan 41 kilogram sabu yang kini menggemparkan Sulawesi Selatan. (edybasri)