Sidrap, katasulsel.com β€” Di saat banyak daerah sibuk mencari solusi ketika masalah sudah terjadi, Sidrap memilih bergerak lebih cepat.

Ancaman kekurangan air yang mulai dirasakan sebagian petani, ternyata tidak luput dari perhatian Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda.

Yang menarik, solusi yang muncul segera di eksekusi dengan pemanfaatan water cannon.

Ya, mobil yang biasanya digunakan untuk membubarkan massa itu kini diproyeksikan membantu menyelamatkan hamparan padi.

Sebuah ide yang tidak biasa.

Tetapi justru itulah yang membuat banyak petani tersenyum.

Ketika informasi mengenai potensi kekurangan air sampai ke jajaran kepolisian, AKBP Indra Waspada Yuda disebut langsung merespons dengan membuka opsi pemanfaatan fasilitas yang dimiliki Polres Sidrap.

Salah satunya kendaraan water cannon.

Bagi Kapolres, persoalan petani bukan sekadar urusan sektor pertanian.

Persoalan itu menyangkut kehidupan ribuan keluarga di Bumi Nene Mallomo.

Karena itu, ketika ada alat yang bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, tidak ada alasan untuk menunggu.

“Kalau bisa membantu petani, kenapa tidak?” begitu kira-kira semangat yang ditangkap banyak pihak dari langkah Indra tersebut.

Bupati: Ini Bentuk Kepedulian yang Nyata

Inisiatif Kapolres Sidrap mendapat respons positif dari Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif.

Menurut Bupati, keterlibatan Polres Sidrap dalam membantu kebutuhan petani menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama, bukan hanya pemerintah semata.

Syaharuddin menilai langkah AKBP Indra Waspada Yuda merupakan bentuk kehadiran negara yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Bukan hadir setelah masalah membesar.

Tetapi hadir saat masyarakat mulai membutuhkan bantuan.

“Ini bentuk sinergi yang luar biasa. Ketika petani membutuhkan dukungan, Polres Sidrap menunjukkan kepeduliannya,” ujar Syaharuddin usai membuka karnaval Agustusan di Amparita, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Bagi masyarakat perkotaan, kekurangan air mungkin hanya berarti gangguan aktivitas harian.

Tetapi bagi petani, kekurangan air bisa berarti hilangnya hasil panen.

Bisa berarti kerugian.

Bahkan bisa berarti ancaman terhadap ekonomi keluarga.

Di sinilah langkah Kapolres Sidrap mendapat nilai lebih.

Ia tidak melihat sawah sebagai urusan yang jauh dari tugas kepolisian.

Sebaliknya, ia melihat kesejahteraan petani sebagai bagian dari stabilitas daerah yang juga harus dijaga.

Karena di Sidrap, keamanan dan pertanian memang tidak bisa dipisahkan.

Water Cannon yang Ditunggu Petani

Ada pemandangan yang mungkin segera menjadi cerita unik di Sidrap.

Mobil water cannon melaju bukan menuju lokasi unjuk rasa.

Tetapi menuju hamparan sawah.

Bukan membawa perintah pembubaran.

Melainkan membawa pasokan air.

Bukan menghadapi kerumunan massa.

Tetapi membantu petani menjaga tanaman mereka.

Pemandangan itu mungkin terdengar sederhana.

Namun di baliknya ada pesan besar.

Bahwa kepedulian terhadap rakyat tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar bernilai miliaran rupiah.

Kadang cukup dengan satu ide.

Satu inisiatif.

Dan satu keberanian untuk menggunakan fasilitas negara demi kepentingan masyarakat.

Di tengah upaya Sidrap mempertahankan reputasinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional, langkah AKBP Indra Waspada Yuda itu menjadi bukti bahwa menjaga panen bukan hanya tugas petani.

Tetapi juga urusan bersama.

Dan ketika seorang Kapolres ikut memikirkan air untuk sawah, masyarakat pun tahu bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini