Jakarta, Katasulsel.com – Ini bukan lowongan biasa. Ini bisa dibilang “gelombang emas” yang jarang datang dua kali. Pemerintah resmi membuka 30.000 posisi Manager Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih lewat program Kementerian Koperasi Republik Indonesia.

Program ini bagian dari penguatan ekonomi akar rumput lewat skema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih—yang targetnya sederhana tapi besar: bikin desa lebih mandiri secara ekonomi, tanpa terlalu bergantung kota.

Pendaftaran sudah dibuka 15–24 April. Waktunya singkat, tapi peluangnya lebar. 30 ribu kursi bukan angka kecil—ini rekrutmen massal yang jarang terjadi.

Yang bikin banyak orang mulai melirik: posisi ini bukan sekadar “pegawai koperasi”, tapi calon penggerak ekonomi desa. Bahasa kasarnya: calon “bos kecil” di wilayahnya sendiri.

Syaratnya nggak bikin takut

Untuk bisa daftar, syaratnya masih cukup ramah:

Usia maksimal 35 tahun
Lulusan D3, D4, atau S1 semua jurusan
IPK minimal 2,75
Sehat jasmani dan rohani

Dokumen juga simpel:

Pas foto 4×6 background biru
Scan e-KTP

Tidak ada syarat aneh-aneh. Tidak perlu “orang dalam”. Semua berbasis seleksi terbuka.

Kenapa ini menarik?

Karena skemanya beda dari lowongan biasa. Manager koperasi ini akan jadi bagian penting dari mesin ekonomi desa—mulai dari pengelolaan usaha, perputaran modal, sampai penguatan UMKM lokal.

Kalau jalan sesuai rencana, efeknya bisa terasa langsung:
warung lebih hidup, usaha kecil bergerak, dan ekonomi desa lebih berputar di dalam, bukan keluar.

Artinya sederhana: anak muda bisa tetap di kampung, tapi tetap punya peran besar di ekonomi.

Kesempatan yang jarang lewat dua kali

30 ribu posisi ini bukan angka kecil. Di dunia kerja, ini seperti “bursa besar-besaran” yang jarang dibuka sekaligus.

Dan di titik ini, pertanyaannya bukan lagi “bisa atau tidak”, tapi:

mau ambil peluangnya, atau cuma nonton orang lain naik kelas jadi penggerak ekonomi desa (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita