Sementara itu, Kepala Desa Karang-Karangan Asbar Idrus menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN UNANDA yang telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat selama lebih dari sebulan.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa membawa energi positif dan ide-ide baru bagi desa.
“Kami berterima kasih atas kontribusi adik-adik mahasiswa. Jangan anggap Karang-Karangan hanya tempat KKN, tapi anggap sebagai tempat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kalian,” ungkap Asbar.
Momen yang awalnya penuh nuansa haru berubah menjadi meriah saat pemudi Desa Karang-Karangan menampilkan tarian kreasi. Dengan iringan gerakan penuh semangat, suasana aula langsung hidup.
Mahasiswa KKN pun ikut larut dalam kebersamaan. Warga yang hadir tak ingin melewatkan momen tersebut, beberapa bahkan mengabadikannya melalui kamera ponsel.
Malam itu, tidak ada kesan “selamat tinggal” yang benar-benar terasa. Yang tersisa justru cerita tentang kebersamaan selama 45 hari — sebuah perjalanan singkat yang meninggalkan kenangan panjang di Desa Karang-Karangan. (*)
