Mufidah Syaikhah Ayumi
SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengedukasi warga Desa Cipotakari, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi pertanian.
Kegiatan bertajuk Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan Penambahan Minyak Jelantah dan Cangkang Telur tersebut digelar pada Jumat (31/7/2026) dan diikuti pemerintah desa, anggota PKK, serta masyarakat setempat.
Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN Unhas dalam mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini sering terbuang percuma dan berpotensi mencemari lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi edukasi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan pupuk organik cair menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah, seperti minyak jelantah, cangkang telur, EM4 pertanian, gula pasir, dan air.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan, terutama saluran air dan tanah. Sementara itu, cangkang telur yang selama ini dianggap limbah ternyata mengandung kalsium yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman.
Melalui pengolahan yang tepat, kedua bahan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair yang memiliki nilai guna bagi sektor pertanian maupun tanaman pekarangan.
Selama sesi penyuluhan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai manfaat pupuk organik cair, teknik pembuatannya, hingga cara penggunaan pada berbagai jenis tanaman.
Praktik pembuatan pupuk dimulai dari pengenalan alat dan bahan, proses pencampuran, penambahan minyak jelantah dan cangkang telur yang telah dihaluskan, hingga tahapan fermentasi dan penyimpanan sebelum digunakan.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai cara mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.
Bagi masyarakat Desa Cipotakari yang sebagian besar memiliki aktivitas pertanian dan berkebun, inovasi tersebut dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus menekan biaya produksi.
Selain berdampak pada lingkungan, program ini juga membuka peluang pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai produk yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Mahasiswa KKN Unhas berharap pengetahuan yang diperoleh warga dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga minyak jelantah dan cangkang telur tidak lagi menjadi sampah yang mencemari lingkungan, melainkan berubah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN turut mendukung upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Sidrap sekaligus mendorong lahirnya inovasi sederhana yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga lingkungan, dan memperkuat ekonomi rumah tangga warga. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
