β€œAlhamdulillah, persiapan panitia sudah mencapai sekitar 80 persen. Kami terus memastikan seluruh unsur pendukung kegiatan siap, baik narasumber, peserta, maupun teknis pelaksanaan. Harapan kami, kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi ruang dialog yang produktif bagi kemajuan Sidrap,” ujar Rizal.

Undangan disiapkan untuk berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, insan pers, lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa, pelajar, hingga komunitas pemuda.

Komposisi peserta yang beragam itu membuka peluang bagi forum untuk membicarakan persoalan daerah dari berbagai sudut pandang.

Namun, banyaknya unsur yang diundang baru menjadi modal awal. Dialog yang bermakna membutuhkan kesempatan berbicara yang setara, keterbukaan menerima kritik, dan kesediaan menindaklanjuti masukan.

Pejabat hadir, aspirasi jangan berhenti di ruangan

Ketua Karang Taruna Sidrap, Dr. Abdul Jabbar A., S.I.P., M.Si., menegaskan bahwa Tudang Sipulung Kebangsaan tidak dimaksudkan sebagai agenda seremonial belaka.

Wakil Dekan I FISIP UMS Rappang itu ingin forum tersebut menjadi ruang silaturahmi, refleksi, sekaligus konsolidasi gagasan untuk menjawab tantangan pembangunan daerah.

β€œMelalui Tudang Sipulung Kebangsaan, kita ingin mempertemukan ide, gagasan, dan aspirasi pemuda dengan para pengambil kebijakan. Kita ingin pemuda tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi tampil sebagai bagian dari solusi, mitra strategis pemerintah, dan penggerak perubahan sosial,” katanya.

Pernyataan itu menyentuh persoalan mendasar dalam pembangunan daerah: partisipasi tidak cukup hanya dengan mengundang masyarakat ke sebuah forum.

Partisipasi menjadi berarti ketika masyarakat memiliki kesempatan menyampaikan persoalan, mendapatkan tanggapan, dan mengetahui apa yang akan dilakukan terhadap usulan mereka.

Pemuda, misalnya, bisa membawa persoalan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi, akses pendidikan, penyalahgunaan narkoba, keamanan lingkungan, hingga ruang bagi kreativitas dan inovasi anak muda.

Persoalannya bukan semata-mata apakah semua tema itu bisa dibicarakan. Yang lebih penting, apakah ada persoalan yang dipilih sebagai prioritas, siapa yang bertanggung jawab menanganinya, dan bagaimana perkembangan tindak lanjutnya bisa diketahui masyarakat.

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru