Yang ditunggu justru setelah acara selesai

Karang Taruna Sidrap berharap Tudang Sipulung Kebangsaan tidak berakhir sebagai diskusi sehari. Aspirasi yang muncul diharapkan dirangkum menjadi rekomendasi, agenda kolaborasi, dan gerakan bersama yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Harapan tersebut membutuhkan mekanisme tindak lanjut yang jelas.

Misalnya, hasil dialog dirumuskan dalam dokumen rekomendasi, disampaikan kepada instansi terkait, lalu dipantau perkembangannya. Usulan yang belum dapat dilaksanakan pun perlu mendapat penjelasan, agar masyarakat mengetahui alasan dan jalur penyelesaiannya.

Dengan begitu, pemuda tidak sekadar merasa telah didengar. Mereka juga dapat melihat bagaimana gagasan mereka dipertimbangkan dalam proses pembangunan.

Tentu, tidak semua usulan harus langsung menjadi kebijakan. Ada persoalan yang membutuhkan kajian, anggaran, kewenangan, dan proses pengambilan keputusan. Tetapi keterbukaan mengenai proses itu sendiri merupakan bagian penting dari dialog yang sehat.

Di sinilah semangat Sumpah Pemuda memperoleh makna yang lebih konkret. Persatuan bukan berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama. Persatuan justru diuji ketika perbedaan dapat dibicarakan tanpa saling menyingkirkan.

Bagi Karang Taruna, pemuda perlu mengambil peran melalui kolaborasi lintas organisasi, kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, pengembangan kapasitas, serta keterlibatan dalam pembangunan desa dan daerah.

Senin nanti, Monumen Ganggawa menjadi titik pertemuan yang direncanakan. Tetapi pekerjaan sesungguhnya tidak berhenti di sana.

Jika aspirasi berhasil dirumuskan menjadi rekomendasi, jika rekomendasi mendapatkan tanggapan, dan jika sebagian di antaranya berkembang menjadi tindakan nyata, forum ini akan memiliki arti lebih panjang daripada seremoni peringatan.

Sebab, masa depan Sidrap bukan hanya urusan mereka yang duduk di kursi pemerintahan. Pemuda juga memiliki kepentingan, gagasan, dan tanggung jawab terhadap daerahnya.

Dan ketika pemuda diberi ruang untuk bicara, pertanyaan berikutnya sederhana: siapa yang bersedia mendengar, dan apa yang akan dikerjakan setelahnya? (edy)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru