Sidrap, Katasulsel.com — Gelaran Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidrap benar-benar membawa dampak ekonomi yang terasa langsung di lapangan.
Sejak ribuan peserta dari berbagai kabupaten/kota mulai berdatangan, seluruh kapasitas penginapan di Sidrap dilaporkan penuh total. Hotel, wisma, hingga homestay di kawasan Pangkajene, Maritengngae, Panca Rijang hingga Watang Pulu nyaris tidak menyisakan kamar kosong.
Pantauan di lapangan menunjukkan lonjakan okupansi terjadi bahkan sejak H-1 pembukaan kegiatan. Banyak kontingen terpaksa mencari alternatif penginapan hingga ke wilayah sekitar karena tingginya permintaan kamar.
Fenomena ini membuat sektor perhotelan dan usaha kuliner di Sidrap mengalami lonjakan signifikan. Restoran, kafe, hingga UMKM makanan ikut merasakan dampak dari meningkatnya mobilitas ribuan tamu yang hadir selama kegiatan berlangsung.
Owner Hotel Grand Sidny Pangkajene, Hj Heriyani Yuki, mengaku momentum seperti Porsenijar sangat berdampak besar bagi perputaran ekonomi daerah.
“Mudah-mudahan Sidrap di bawah kepemimpinan Bapak Bupati H. Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Ibu Hj Nurkanaah beserta tim jajarannya, lebih sering melaksanakan giat atau menjadi tuan rumah event tingkat provinsi dan nasional,” ujar Heriyani yang juga Ketua Umum Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Sidrap tersebut.
Bu Yuki — begitu ia akrab disapa, menilai, kegiatan berskala besar seperti ini mampu menjadi pemicu utama pergerakan ekonomi lokal.

“Karena giat tersebut dapat memicu lonjakan ekonomi langsung melalui sektor perhotelan dan kuliner. Akomodasi mencatat lonjakan okupansi hingga 100 persen dari peserta dan ofisial, sementara restoran lokal, kafe, dan UMKM makanan mengalami lonjakan omzet drastis dari konsumsi harian dan wisata kuliner,” lanjutnya.
Di sejumlah titik pusat Kota Pangkajene, aktivitas ekonomi terlihat meningkat tajam. Kendaraan dari luar daerah memenuhi area penginapan, sementara pusat kuliner ramai hingga malam hari.
Porsenijar sendiri tidak hanya menjadi ajang kompetisi guru se-Sulawesi Selatan, tetapi juga terbukti menjadi magnet perputaran ekonomi yang memberi efek domino bagi pelaku usaha di daerah tuan rumah.
Dengan kondisi penginapan yang penuh dan aktivitas ekonomi yang meningkat, Sidrap saat ini sedang berada dalam fase “panen ekonomi” dari sebuah event pendidikan berskala provinsi.
Jika tren ini terus berlanjut, Sidrap dinilai berpotensi menjadi salah satu destinasi utama penyelenggaraan event besar di Sulawesi Selatan di masa mendatang. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
