Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Harlah ke-15 juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kesiapan organisasi menghadapi kontestasi politik berikutnya.
Tantangannya bukan hanya mempertahankan popularitas, tetapi memastikan jaringan kader tetap aktif dan memiliki hubungan dengan masyarakat.
Dari Sidrap, konsolidasi bergerak ke enam daerah
Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPW NasDem Sulsel, Pipink, mengatakan rangkaian Harlah akan berlanjut ke Kabupaten Bone, Kota Parepare, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Gowa, Kota Makassar, dan Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan di Sidrap sendiri ditutup pada Sabtu (7/11/2026) melalui senam bersama kader dan donor darah.
Peringatan puncak Harlah ke-15 dijadwalkan pada 11 November.
Dari Rest Area Datae, NasDem Sulsel mengirimkan pesan bahwa konsolidasi politik mulai diarahkan hingga ke tingkat desa. Sebanyak 212 kader menjadi bagian dari strategi memperkuat struktur tersebut.
Kini, yang menarik untuk dilihat bukan hanya seberapa ramai perayaan Harlah, tetapi sejauh mana 212 kader itu mampu menerjemahkan konsolidasi menjadi kerja nyata di tengah masyarakat. (*)

