Sidrap, katasulsel.com — Rest Area Datae mendadak berubah menjadi lautan manusia acara Harlah NasDem. Sekitar 5.000 orang memadati kawasan tersebut pada Jumat (6/11/2026) malam. Kursi yang disiapkan panitia tak mampu menampung seluruh peserta.

Namun, ada pesan lain di balik keramaian itu. NasDem Sulawesi Selatan tidak hanya merayakan hari lahir ke-15. Partai besutan Surya Paloh tersebut sekaligus memperlihatkan kekuatan konsolidasi hingga tingkat desa dan kelurahan.

Sidrap menjadi daerah pertama yang dipilih sebagai titik pembuka rangkaian Harlah NasDem Sulsel.

Di hadapan ribuan kader dan simpatisan, Ketua DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, menyaksikan pelantikan 212 kader penggerak DPD NasDem Sidrap.

Jumlah itu bukan tanpa perhitungan. Dua kader ditempatkan sebagai representasi di masing-masing 106 desa dan kelurahan di Kabupaten Sidrap.

Artinya, NasDem sedang membangun jaringan penggerak yang menjangkau seluruh wilayah pemerintahan desa dan kelurahan di daerah tersebut.

Konsolidasi ini menjadi salah satu pesan penting dari perayaan Harlah kali ini: kekuatan partai tidak cukup hanya terlihat saat kampanye atau menjelang pemilihan, tetapi harus terorganisasi hingga tingkat paling bawah.
5.000 orang, kursi tak lagi cukup
Pemandangan di Rest Area Datae menjadi perhatian tersendiri.

Antusiasme peserta membuat area kegiatan dipadati massa. Agenda yang disiapkan DPW NasDem Sulsel meliputi Sekolah Kader, pendidikan politik, donor darah, hingga panggung hiburan.

Puncak kegiatan diisi tarian kolosal dan pelantikan kader penggerak.

Sejumlah tokoh NasDem turut hadir, termasuk anggota Fraksi NasDem DPRD Sulsel, anggota Fraksi NasDem DPRD kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, serta Wali Kota Parepare yang juga merupakan kader partai.
Syaharuddin bicara soal kursi politik
Di tengah suasana konsolidasi, Syaharuddin menyampaikan pesan yang cukup jelas mengenai arah perjuangan partainya.

Ia menegaskan NasDem Sulsel ingin mempertahankan kursi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kami lahir dari rakyat, dan sebagai kader NasDem, kami juga siap mengabdikan diri untuk rakyat. Dan, kami telah menunjukkan bakti itu semua,” kata Syaharuddin.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Harlah ke-15 juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kesiapan organisasi menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Tantangannya bukan hanya mempertahankan popularitas, tetapi memastikan jaringan kader tetap aktif dan memiliki hubungan dengan masyarakat.
Dari Sidrap, konsolidasi bergerak ke enam daerah
Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPW NasDem Sulsel, Pipink, mengatakan rangkaian Harlah akan berlanjut ke Kabupaten Bone, Kota Parepare, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Gowa, Kota Makassar, dan Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan di Sidrap sendiri ditutup pada Sabtu (7/11/2026) melalui senam bersama kader dan donor darah.

Peringatan puncak Harlah ke-15 dijadwalkan pada 11 November.

Dari Rest Area Datae, NasDem Sulsel mengirimkan pesan bahwa konsolidasi politik mulai diarahkan hingga ke tingkat desa. Sebanyak 212 kader menjadi bagian dari strategi memperkuat struktur tersebut.

Kini, yang menarik untuk dilihat bukan hanya seberapa ramai perayaan Harlah, tetapi sejauh mana 212 kader itu mampu menerjemahkan konsolidasi menjadi kerja nyata di tengah masyarakat. (*)