Jakarta, Katasulsel.com — Lampu panggung berkilau. Kamera bergerak ke segala arah. Kru lalu-lalang memastikan siaran langsung berjalan sempurna.

Di tengah hiruk-pikuk Studio 5 Indosiar, tempat para peserta D’Academy 8 (DA8) bertarung memperebutkan tiket menuju panggung impian, ada satu momen yang mencuri perhatian.

Rombongan dari Sidrap datang.

Di barisan depan terlihat Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, didampingi Wakil Bupati, Nurkanaah, sejumlah kepala dinas, serta Ilham Junaedy, pengusaha dan politisi yang juga dipercaya sebagai Bendahara KONI Sidrap serta Liaison Officer (LO) Audisi DA8 Indosiar Kabupaten Sidrap.

Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan biasa.

Mereka datang membawa satu pesan: Sidrap tidak membiarkan talenta mudanya berjuang sendirian.

Dan malam itu, pesan tersebut terasa nyata.

Pendukung Melani yang sebelumnya sudah ramai mendadak lebih bersemangat. Yel-yel semakin keras. Tepuk tangan semakin rapat. Beberapa bahkan berdiri menyambut kedatangan rombongan Bupati.

Suasana yang semula hangat berubah menjadi lebih “panas” — dalam arti positif.

Jika dunia musik mengenal istilah menaikkan nada satu oktaf, maka itulah yang terjadi pada dukungan untuk Melani malam itu.

Bukan karena ada konser tambahan.

Tetapi karena para pendukung merasa daerah mereka hadir langsung di arena pertandingan.

Di panggung kompetisi televisi, dukungan seperti ini sering kali menjadi energi tak terlihat bagi seorang kontestan.

Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya teknik vokal, cengkok dangdut, penguasaan nada tinggi, atau chemistry dengan panggung.

Ada mental yang harus dijaga.

Ada tekanan siaran langsung yang harus ditaklukkan.

Ada jutaan pasang mata yang menonton dari seluruh Indonesia.

Dan ada nama daerah yang ikut dibawa ke atas panggung.

Melani sedang menjalani semua itu.

Karena itu, kehadiran Bupati Syaharuddin Alrif menjadi simbol bahwa perjuangan tersebut tidak hanya milik seorang peserta, tetapi juga milik masyarakat Sidrap.

Yang menarik, ini bukan kali pertama.

Dalam beberapa tahun terakhir, Syaharuddin Alrif dikenal sebagai kepala daerah yang cukup aktif memberikan dukungan kepada talenta-talenta muda Sidrap yang berhasil menembus kompetisi nasional.

Baik di bidang olahraga, seni, maupun ajang pencarian bakat televisi.

Ketika ada putra-putri Sidrap yang berhasil lolos ke level nasional, pemerintah daerah hampir selalu hadir memberikan perhatian.

Filosofinya sederhana.

Anak daerah yang sedang berjuang membawa nama Sidrap tidak boleh merasa sendirian.

Di DA8 sendiri, persaingan saat ini sedang berada pada fase yang sangat ketat.

Bersambung…..

Para peserta tidak hanya dituntut memiliki suara merdu.

Mereka juga harus mampu menunjukkan karakter vokal, penguasaan panggung, kemampuan membangun emosi lagu, hingga daya tarik di depan kamera televisi.

Istilahnya dalam dunia talent show, peserta harus memiliki “star quality”.

Dan Melani sedang berusaha membuktikan bahwa kualitas itu ada dalam dirinya.

Malam itu, sebelum kamera mulai menyorot panggung utama, sebelum juri memberikan komentar, dan sebelum hasil voting diumumkan, ada satu hal yang sudah lebih dulu terlihat.

Bahwa Sidrap datang dengan kekuatan penuh.

Bahwa Melani tidak hanya membawa mimpinya sendiri.

Ia membawa harapan banyak orang.

Dan ketika Bupati Syaharuddin Alrif melangkah masuk ke Studio 5 Indosiar, dukungan itu terasa semakin nyata.

Setidaknya bagi para pendukung yang hadir malam itu, satu hal menjadi jelas:

Melani mungkin berdiri sendiri di atas panggung. Tetapi di belakangnya, ada Sidrap yang ikut bernyanyi. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini