Sidrap, katasulsel.com — Tidak banyak yang melihatnya sebagai momen besar. Tapi di ruang kerja Syaharuddin Alrif, Jumat (19/6/2026), arah pembangunan Sidrap untuk tahun depan mulai dibicarakan dengan sangat teknis—dan sangat menentukan.
Hari itu, ia menerima audiensi jajaran KPPN Tipe A1 Parepare.
Yang dibahas bukan sekadar laporan rutin, melainkan “urat nadi” pembangunan daerah: Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2026.
Di meja pertemuan itu hadir Kepala KPPN Parepare Royikan, Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, serta sejumlah kepala OPD. Suasana formal, tapi isi pembicaraan sangat praktis: aliran dana, hambatan teknis, dan kecepatan realisasi anggaran.
KPPN menyoroti pentingnya koordinasi yang lebih rapi agar penyaluran DAK tidak tersendat di tahap administrasi. Tahun berjalan dan proyeksi 2026 menjadi bahan evaluasi bersama.
Namun di sisi lain, Pemkab Sidrap juga menaruh tekanan pada satu hal: kecepatan dampak.
Bupati Syaharuddin menegaskan bahwa dana dari pusat tidak boleh berhenti sebagai angka di dokumen.
Menurutnya, setiap rupiah dari DAK harus langsung kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan nyata.
Fokusnya jelas: jalan, kesehatan, dan sanitasi lingkungan.
“Semua dana DAK kami arahkan ke program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Di balik kalimat singkat itu, ada pesan yang lebih besar: Sidrap sedang menggeser cara kerja pembangunan—dari sekadar serapan anggaran menjadi serapan manfaat.
Diskusi juga menyentuh realisasi DAK tahun sebelumnya, termasuk kendala teknis yang berpotensi menghambat penyaluran dana di tahun berjalan. Semua dibuka, dibahas, dan dicari solusinya bersama.
Pertemuan itu mungkin terlihat seperti rutinitas birokrasi. Tapi di dalamnya, sedang disusun satu hal yang jauh lebih penting: memastikan 2026 tidak hanya cepat dalam perencanaan, tapi juga tepat dalam eksekusi.
Dan dari ruang kerja itu, arah pembangunan Sidrap kembali ditarik ke satu titik: bagaimana uang negara benar-benar berubah menjadi perubahan yang bisa dirasakan warga. (*)
