Sidrap, katasulsel.com – Kabar positif datang dari Kabupaten Sidrap. Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sidrap mengungkap tren penurunan angka kejahatan yang dinilai berdampak langsung terhadap kenyamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Informasi tersebut disampaikan Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong saat menghadiri kegiatan Dzikir dan Doa Bersama di Masjid Al Ikhlas Polres Sidrap, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 itu diikuti jajaran pejabat utama Polres Sidrap, para kapolsek, anggota Bhayangkari, ASN, serta personel kepolisian.

Dalam sambutannya, Kapolres mengungkapkan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sidrap menunjukkan perkembangan yang semakin baik.

Menurutnya, berbagai upaya pencegahan dan penegakan hukum yang dilakukan jajaran Polres Sidrap mulai memperlihatkan hasil dengan menurunnya angka kriminalitas di sejumlah wilayah.

“Alhamdulillah, angka kejahatan di Kabupaten Sidrap perlahan mengalami penurunan. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota dan dukungan masyarakat,” kata Fantry.

Ia menilai situasi keamanan yang kondusif memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika keamanan terjaga, aktivitas perdagangan, investasi, dan usaha masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

Karena itu, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat Sidrap untuk terus menjaga stabilitas daerah dan tidak menyerahkan tanggung jawab keamanan hanya kepada aparat kepolisian.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pemerintah, dan warga memiliki peran penting menjaga Sidrap tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Selain menyampaikan capaian keamanan, Fantry juga mengajak seluruh personel Polri untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat sejalan dengan tema Hari Bhayangkara 2026, yakni “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

Ia berharap Polri semakin profesional, humanis, dan dekat dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan.

Sementara itu, Ustadz Hudri Mattaliu yang memimpin dzikir dan doa bersama mengingatkan pentingnya menjaga keimanan serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, jabatan dan kedudukan yang dimiliki seseorang merupakan titipan yang harus dijalankan dengan jujur, adil, dan sesuai tuntunan agama.

Kegiatan berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh kebersamaan. Doa dipanjatkan agar Kabupaten Sidrap tetap aman, masyarakat semakin sejahtera, dan Polri terus diberi kekuatan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 pun menjadi pengingat bahwa keamanan daerah bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga hasil kolaborasi seluruh masyarakat dalam menjaga Sidrap tetap kondusif.(*)