Sidrap, Katasulsel.com – Ada momen ketika sebuah pertandingan tidak lagi sekadar soal sepak bola.
Ia berubah menjadi cerita.
Ia menjadi kenangan.
Dan Sabtu sore (27/6/2026), Stadion Ganggawa menghadirkan cerita itu.
Di hadapan ribuan penonton yang memadati stadion kebanggaan masyarakat Sidrap, Amanah RD99 FC sukses merebut gelar juara Sidrap Cup 2026 setelah menaklukkan Kilau 99 FC dengan skor 2-0 dalam laga final yang penuh ketegangan.
Namun kemenangan ini tidak datang dengan mudah.
Bahkan, sempat terlihat mustahil.
Sejak awal pertandingan, Kilau 99 FC tampil percaya diri. Tim yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman itu beberapa kali mencoba mengontrol ritme laga dan memaksa Amanah RD99 FC bertahan lebih dalam.
Tetapi final sering kali ditentukan oleh satu momen.
Dan momen itu datang pada menit ke-44.
Aswar Anas muncul tanpa banyak sorotan. Namun sekali mendapat ruang, ia langsung menghukum pertahanan Kilau 99 FC.
Bola bersarang di gawang.
Tribun berguncang.
Suporter Amanah RD99 FC melonjak kegirangan.
Gol tersebut menjadi pembeda ketika kedua tim memasuki ruang ganti.
Babak kedua menjadi babak yang akan lama dikenang publik Sidrap.
Saat keunggulan satu gol masih bertahan, petaka menghampiri Amanah RD99 FC.
Menit ke-56.
M. Hidayat menerima kartu merah.
Amanah RD99 FC harus bermain dengan sepuluh orang.
Di tribun, banyak yang mulai berbisik.
“Ini kesempatan Kilau.”
“Pertandingan bisa berubah.”
“Gol penyama mungkin tinggal menunggu waktu.”
Tetapi sepak bola tidak selalu mengikuti logika.
Alih-alih runtuh, Amanah RD99 FC justru tampil semakin solid.
Setiap pemain berlari dua kali lebih keras.
Setiap bola diperebutkan seperti bola terakhir.
Setiap serangan Kilau 99 FC dipatahkan dengan semangat yang membuat para penonton berdiri dari kursinya.
Waktu terus berjalan.
Menit 70.
Menit 80.
Menit 90.
Harapan Kilau 99 FC masih menyala.
Namun saat mereka terus menyerang untuk mengejar gol, ruang di belakang mulai terbuka.
Dan di situlah hukuman terakhir dijatuhkan.
Menit ke-91.
Kapten Amanah RD99 FC, Kahar Kalu, berdiri sebagai sosok yang mengakhiri seluruh perlawanan.
Satu peluang.
Satu sentuhan.
Satu gol.
2-0.
Stadion Ganggawa meledak.
Para pemain Amanah RD99 FC berhamburan ke lapangan.
Bangku cadangan ikut berlari.
Suporter bersorak tanpa henti.
Sementara di sisi lain, para pemain Kilau 99 FC hanya bisa menyaksikan trofi yang perlahan menjauh dari genggaman mereka.
Peluit panjang akhirnya berbunyi.
Amanah RD99 FC bukan hanya memenangkan pertandingan.
Mereka memenangkan pertarungan mental.
Mereka memenangkan peperangan taktik.
Mereka memenangkan hati para pendukungnya.
Sidrap Cup 2026 pun resmi berakhir.
Dan ketika lampu Stadion Ganggawa mulai redup, satu nama tetap bersinar paling terang.
Amanah RD99 FC.
Sang Raja Baru Sepak Bola Sidrap.(*)
