Sidrap, Katasulsel.com — Selama ini nama Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) identik dengan satu hal: lumbung pangan Sulawesi Selatan.
Namun, wajah Sidrap perlahan berubah.
Daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo ini tidak hanya berdiri sebagai penghasil beras, tetapi juga tumbuh sebagai kawasan strategis dengan kekuatan baru: pertanian, energi, dan ekonomi masyarakat.
Bahkan Sidrap mulai dikenal sebagai salah satu daerah dengan konsep “Segitiga Emas” — perpaduan antara lumbung pangan, pusat energi terbarukan, dan penguatan ekonomi daerah.
Di tengah transformasi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap kini menambahkan satu fondasi penting: membangun kualitas manusia melalui sektor kesehatan.
Hal itu ditegaskan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat menghadiri ramah tamah Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulawesi Selatan dan dokter anak Sidrap di Wisma Labugis, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Sabtu malam (1/8/2026).
Sidrap Tidak Hanya Bangun Daerah, Tapi Bangun Manusianya
Menurut Syaharuddin, kemajuan sebuah daerah tidak cukup hanya dilihat dari produksi pertanian, infrastruktur, atau pertumbuhan ekonomi.
Kekuatan utama sebuah daerah tetap berada pada kualitas masyarakatnya.
Karena itu, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas dalam 14 Program Unggulan yang mulai dijalankan pemerintahannya.
“Kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah,” ujar Syaharuddin.
Segitiga Emas Sidrap Butuh Generasi yang Kuat
Sebagai daerah yang dikenal memiliki tiga kekuatan besar — pertanian, energi, dan ekonomi produktif — Sidrap membutuhkan generasi yang sehat untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
Di sektor pertanian, Sidrap dikenal sebagai salah satu pemasok pangan utama Sulawesi Selatan.
Di sektor energi, Sidrap menjadi pionir pengembangan energi terbarukan melalui keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap yang menjadi ikon energi hijau Indonesia.
Sementara di sektor ekonomi, Sidrap memiliki kekuatan besar dari peternakan ayam petelur, UMKM, perdagangan, hingga potensi wisata.
Namun, semua potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Inilah alasan pemerintah daerah memperkuat layanan kesehatan.
Rp52 Miliar untuk Pastikan Warga Sidrap Mendapat Layanan Kesehatan
Salah satu langkah konkret Pemkab Sidrap adalah memastikan masyarakat memiliki akses kesehatan.
Syaharuddin mengungkapkan, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp52 miliar untuk membiayai kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat yang belum aktif.
Menurutnya, masih ada warga yang sebelumnya memilih menunda berobat karena terkendala biaya.
“Kami ingin masyarakat tidak lagi khawatir berobat,” katanya.
Sidrap Kejar Tambahan Dokter Spesialis Anak
Dalam forum bersama para dokter tersebut, Syaharuddin juga mengungkapkan tantangan lain, yakni keterbatasan jumlah dokter spesialis anak.
Ia menyebut telah mengajukan penambahan dokter spesialis anak sekaligus mendorong dokter-dokter muda Sidrap melanjutkan pendidikan spesialis.
“Saya sudah mengajukan penambahan dokter spesialis anak di Sidrap. Kami juga terus mendorong dokter-dokter untuk melanjutkan pendidikan spesialis karena jumlah dokter anak masih sangat kurang,” ujarnya.
Tiga Rumah Sakit Ditarget Naik Kelas
Tidak hanya tenaga medis, kualitas fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian.
Saat ini Sidrap memiliki tiga rumah sakit dan 14 puskesmas.
Syaharuddin menargetkan ketiga rumah sakit tersebut dapat meningkat status dari tipe C menjadi tipe B selama masa kepemimpinannya.
“Rumah sakit membutuhkan penanganan yang serius. Sarana, fasilitas, dan pelayanannya harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
IDAI: Sidrap Mulai Tunjukkan Perubahan
Ketua IDAI Cabang Sulawesi Selatan, dr. Idham Jaya Ganda, mengapresiasi komitmen Pemkab Sidrap dalam memperkuat sektor kesehatan.
Menurutnya, Sidrap yang selama ini dikenal kuat di bidang pertanian mulai menunjukkan capaian baru di sektor kesehatan, salah satunya melalui keberhasilan penurunan angka stunting.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, dokter, akademisi, dan masyarakat terus diperkuat.
Dari Tanah Subur Menuju Masa Depan Besar
Sidrap kini berada pada fase baru.
Bukan hanya menjaga predikat sebagai daerah penghasil pangan, tetapi juga memperkuat posisi sebagai daerah energi hijau dan pusat pertumbuhan ekonomi.
Namun di balik semua itu, ada satu hal yang menjadi penentu:
kualitas manusia yang akan mengelola seluruh potensi tersebut.
Sebab Sidrap tidak hanya membutuhkan sawah yang subur, angin yang menghasilkan energi, dan ekonomi yang bergerak.
Sidrap membutuhkan generasi yang sehat untuk menjaga semuanya.
Karena masa depan Segitiga Emas Sidrap bukan hanya dibangun dengan sumber daya alam, tetapi dengan manusia yang kuat di dalamnya.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
