Sidrap, Katasulsel.com β€” Ada kabar yang patut disyukuri dari Sidrap di Sulsel.

Angin kencang yang sempat masuk dalam peringatan cuaca hari ini, Rabu, 16 September 2026, tidak sampai membuat situasi di wilayah Sidrap menjadi gaduh.

Kondisi secara umum masih aman dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

Tapi ada satu β€œmusuh” yang terasa hampir di mana-mana: panas.

Siang di Sidrap terasa menyengat. Matahari seperti tidak memberi banyak kesempatan untuk bernapas lega.

Bagi warga yang beraktivitas di luar rumah, panas menjadi tantangan tersendiri. Petani, pedagang, pekerja lapangan hingga pengendara harus berhadapan dengan udara yang terasa begitu terik.

Berdasarkan informasi BMKG, wilayah Sulawesi Selatan sedang berada dalam periode cuaca yang relatif kering. Suhu udara di sejumlah wilayah dapat mencapai kisaran tinggi pada siang hari.

Sidrap juga sebelumnya masuk dalam wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan yang dapat mencapai sekitar 46–65 kilometer per jam.

Namun hingga informasi ini disusun, kondisi Sidrap dilaporkan tetap aman dan kondusif.

Tidak ada alasan untuk panik.

Meski begitu, kewaspadaan tetap penting.

Sebab panas yang berlangsung bersamaan dengan kondisi lahan kering dapat meningkatkan risiko kebakaran. Angin, apabila tiba-tiba menguat, juga bisa mempercepat penyebaran api.

Karena itu, warga diminta tidak membakar sampah atau lahan sembarangan.

Pohon tua, baliho dan benda lain yang berpotensi roboh juga sebaiknya diperhatikan ketika angin mulai bertiup kencang.

Untuk warga yang harus bekerja di bawah matahari, jangan lupa minum air yang cukup.

Jangan menunggu haus.

Panas ekstrem dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat, terutama ketika aktivitas fisik cukup berat.

Sementara pada malam hari, suhu diperkirakan berangsur lebih nyaman dibandingkan siang.

Jadi, untuk sementara kabar dari Sidrap sederhana saja:

Anginnya syukur masih aman.

Panasnya yang bikin warga mengelus dada.

Tetap beraktivitas, tetapi jangan lupa menjaga kondisi tubuh dan mengantisipasi risiko kebakaran selama kemarau masih berlangsung.

Sidrap boleh panas.

Yang penting warga tetap waspada, tetap tenang dan tetap aman. (*)

Baca Berita Menarik Lainnya di Katasulsel.com