Sepang, Malaysia ā Misi merebut podium Moto3 Malaysia 2026 tidak akan mudah bagi Veda Ega Pratama. Pebalap muda Indonesia itu harus memulai perjuangan dari posisi kedelapan. Jika ingin ikut bertarung memperebutkan tiga besar, Veda perlu melakukan pekerjaan penting sejak lampu start dipadamkan: menembus lima besar pada lap-lap awal.
Sirkuit Internasional Sepang akan menjadi arena pembuktian Veda pada balapan Minggu (1/11/2026). Modal kecepatannya sebenarnya cukup menjanjikan. Namun, hasil kualifikasi menunjukkan masih ada tujuh pebalap yang akan berada di depannya saat start.
Maximo Quiles merebut pole position dengan catatan waktu 2 menit 10,396 detik. Brian Uriarte menempati posisi kedua, sedangkan pebalap tuan rumah Hakim Danish mengamankan posisi ketiga.
Veda berada di urutan kedelapan dengan waktu 2 menit 10,861 detik.
Jaraknya dengan pole position hanya 0,465 detik. Bahkan, dengan Joel Kelso yang berada satu tingkat di atasnya, Veda hanya terpaut 0,006 detik.
Angka tersebut menunjukkan persaingan yang sangat rapat. Kesempatan memperbaiki posisi masih terbuka, tetapi Veda tidak boleh membuang banyak waktu pada awal lomba.
Salah satu kunci penting bagi Veda adalah start yang agresif tetapi tetap terukur.
Dari posisi kedelapan, ia perlu memanfaatkan momentum menuju tikungan pertama untuk merebut beberapa posisi. Target masuk lima besar pada lap awal akan membuatnya lebih dekat dengan rombongan pebalap yang memperebutkan podium.
Jika terlalu lama tertahan di belakang, jarak dengan kelompok depan berpotensi semakin melebar.
Sepang memiliki karakter lintasan dengan trek lurus panjang. Kondisi ini membuka kesempatan bagi Veda untuk memanfaatkan slipstream, yakni mengambil keuntungan dari aliran udara di belakang pebalap lain untuk memperbesar peluang menyalip.
Namun, manuver harus dilakukan dengan perhitungan. Terlalu memaksakan diri di awal justru berisiko membuatnya kehilangan posisi.
Selain strategi menyalip, kondisi ban dan pengaturan motor juga menjadi perhatian.
Pada sesi latihan sebelumnya, persoalan daya cengkeram ban atau grip sempat menjadi catatan Veda. Karena itu, Honda Team Asia perlu memastikan setelan motor sesuai dengan kondisi lintasan.
Grip yang baik sangat menentukan, terutama ketika motor keluar dari tikungan dan kembali berakselerasi.
Bersambung…
Veda membutuhkan kestabilan motor agar bisa mempertahankan kecepatan tanpa terlalu banyak menguras ban.
Satu hal yang membuat balapan ini semakin menarik adalah persaingan Veda dengan Hakim Danish.
Hakim akan memulai balapan dari posisi ketiga, sementara Veda dari posisi kedelapan. Keduanya hanya terpaut 0,332 detik dalam kualifikasi.
Hakim tentu memiliki keuntungan karena start dari barisan depan dan tampil di hadapan publik Malaysia.
Namun, Veda sebaiknya tidak menjadikan Hakim sebagai satu-satunya sasaran. Fokus utamanya harus mengejar kelompok terdepan.
Jika terlalu sibuk berduel dengan satu pebalap, peluang mendekati Quiles dan Uriarte bisa terlewat.
Moto3 dikenal dengan persaingan rombongan yang rapat. Posisi bisa berubah berkali-kali dalam satu balapan.
Karena itu, Veda perlu menjaga ritme sejak awal, mengelola penggunaan ban, dan mempertahankan kontak dengan kelompok depan.
Jika mampu bertahan dalam rombongan terdepan hingga tiga lap terakhir, peluang melakukan serangan untuk merebut podium akan semakin terbuka.
Tantangannya bukan hanya kecepatan, tetapi juga keberanian mengambil keputusan pada momen yang tepat.
Dari posisi kedelapan, jalan menuju podium memang tidak sederhana. Tetapi selisih waktu yang tipis dalam kualifikasi memberi gambaran bahwa Veda masih memiliki ruang untuk bersaing.
Kini, publik Indonesia menunggu pembuktian pebalap muda tersebut di Sepang.
Lima besar pada lap awal menjadi target penting. Sebab, jika Veda mampu menembus rombongan depan sejak awal, peluang untuk mengakhiri balapan di podium akan tetap terbuka.
