Sidrap, Katasulsel.com — Ada pemandangan berbeda di kolam depan Kantor Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Senin (24/8/2026).
Sebanyak 10 ribu benih ikan nila monoseks ditebar ke kolam tersebut. Benih itu bukan didatangkan dari luar daerah, melainkan hasil pengembangan Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Sidrap.
Pelepasan benih dipimpin Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ahmad Dollah, serta jajaran terkait.
Sekilas, ikan yang ditebar itu memang terlihat seperti benih nila pada umumnya.
Namun ada satu kata yang membuatnya berbeda: monoseks.
Apa Itu Ikan Nila Monoseks?
Nila monoseks adalah populasi ikan nila yang diupayakan hanya terdiri dari satu jenis kelamin, umumnya jantan.
Mengapa jantan?
Dalam budidaya nila, ikan jantan umumnya lebih diarahkan untuk produksi karena pertumbuhannya cenderung lebih cepat dan energi yang dimiliki lebih banyak dialokasikan untuk pertumbuhan dibandingkan reproduksi.
Sementara jika nila jantan dan betina bercampur dalam kolam, ikan dapat berkembang biak dengan cepat. Populasi menjadi terlalu padat dan persaingan mendapatkan makanan meningkat.
Akibatnya, pertumbuhan ikan dapat menjadi kurang optimal.
Karena itu, penggunaan benih nila monoseks menjadi salah satu strategi budidaya untuk mendapatkan pertumbuhan yang lebih seragam dan efisien.
Dengan kata sederhana, 10 ribu benih yang ditebar di kolam Kantor Bupati Sidrap itu bukan sekadar menambah jumlah ikan, tetapi juga bagian dari strategi budidaya.
Bukan Sekadar Tebar Ikan
Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari restocking sekaligus upaya mengembangkan potensi perikanan daerah.
Menurutnya, keberadaan ikan di kolam tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pemandangan, tetapi dapat dimanfaatkan secara produktif.
“Pelepasan benih ikan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk menjaga ketersediaan ikan di Sidrap. Selain untuk ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah dalam menekan inflasi, mengingat ikan merupakan salah satu kebutuhan masyarakat,” ujar Nurkanaah.
Restocking di kolam depan Kantor Bupati Sidrap tersebut telah memasuki siklus kedua.
Pemanfaatan kolam di lingkungan perkantoran itu sekaligus ingin menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat dikelola menjadi sumber pangan apabila dimanfaatkan dengan baik.
Dari Kolam Kantor Bupati untuk Ketahanan Pangan
Konsepnya sederhana: benih ditebar, ikan dipelihara, kemudian berkembang dan menghasilkan.
Tetapi jika dikelola sebagai bagian dari program ketahanan pangan, manfaatnya bisa lebih luas.
Produksi ikan lokal yang meningkat dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Pada saat yang sama, ketersediaan pasokan juga diharapkan membantu menjaga harga ikan agar tetap terkendali.
“Kita berharap ikan yang ditebar dapat berkembang dengan baik sehingga nantinya bisa memberikan manfaat. Ini juga menunjukkan bahwa lahan dan kolam yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif,” kata Nurkanaah.
Sidrap Punya Empat Lokasi BBI
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap Ahmad Dollah mengatakan benih yang ditebar merupakan hasil pengembangan BBI milik pemerintah daerah.
“Benih yang kita lepaskan sebanyak 10.000 ekor ikan nila. Ini merupakan ikan nila monoseks hasil pengembangan dari Balai Benih Ikan yang ada di Kabupaten Sidrap,” jelasnya.
Sidrap saat ini memiliki empat lokasi BBI, yakni BBI Passeno di Kecamatan Baranti, BBI Majelling dan Lakessi di Kecamatan Maritengae, serta BBI di Kecamatan Dua Pitue.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi modal penting bagi Sidrap untuk tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan benih dari luar daerah.
Benih Lokal, Produksi Lokal
Bagi Ahmad, pengembangan benih secara mandiri merupakan bagian dari strategi memperkuat sektor perikanan Sidrap.
Jika pembenihan dapat dilakukan secara berkelanjutan, rantai produksi ikan dapat dibangun sejak dari tahap paling awal.
“Dengan adanya pengembangan benih secara mandiri, kita berharap produksi ikan di Sidrap terus meningkat dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” pungkasnya.
Pada akhirnya, 10 ribu benih nila yang hari ini berenang di kolam depan Kantor Bupati Sidrap bukan sekadar angka.
Ia menjadi gambaran kecil tentang bagaimana kolam, benih lokal, teknologi budidaya, dan kebijakan ketahanan pangan dapat bertemu dalam satu program.
Dan ada pesan sederhana dari kolam itu: ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari lahan yang luas. Kadang, ia bisa dimulai dari 10 ribu ekor ikan kecil yang ditebar bersama-sama. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
